Penerbangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta Turun 1,5 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin saat berada di Land Transportation Operational Center (LTOC) Bandara Soekarno-Hatta, Senin 1 Juli 2019. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin saat berada di Land Transportation Operational Center (LTOC) Bandara Soekarno-Hatta, Senin 1 Juli 2019. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Tangerang - Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengungkapkan sejak penutupan penerbangan dari dan menuju Cina akibat virus corona, terjadi penurunan penerbangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta.

    "Ada, itu yang di pergerakan maskapai internasional, itu hanya turun kurang lebih satu persen, persisnya 1,49 persen atau 1,5 persen," kata dia di Bandara Soekarno Hatta, Banten, Senin 10 Februari 2020.

    Awaluddin mengungkapkan, selama sepekan pada waktu normal ada 126 penerbangan dari dan menuju Cina dari bandara tersebut, dan dalam sehari ada sekitar 16 penerbangan ke Negeri Tirai Bambu.

    Dia menuturkan ada sekitar 80 persen penerbangan domestik di Bandara Soekarno Hatta, dan sisanya merupakan penerbangan internasional.

    "Bandingkan dengan setiap hari Soekarno Hatta setiap hari itu ada 1.200 (penerbangan). Jadi kalau kita sebut internasional ada pergerakan negatif 1-1,5 persen itu wajar," ungkapnya.

    Meski ada penurunan penerbangan internasional sebesar 1,5 persen, Awaluddin enggan membuka potensi kerugian akibat hal tersebut. "Ada hitungannya, kecil sih," tuturnya.

    Dia menegaskan penutupan penerbangan dari dan menuju Cina tidak berdampak apapun bagi perseroan. "Kalau bicara trafic yang terkait efek corona saya pastikan secara umum tidak ada pengaruh," ucapnya.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.