Hadiri Turnamen Golf TEMPO 2020, BRINS Ingin Lebih Dikenal Masyarakat Luas

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Teknik BRINS Ade Zulfikar saat diwawancarai Tempo di Golf
TEMPO 2020 di New Kuta Golf, Uluwatu, Badung, Bali, Sabtu (8/2/2020).

    Direktur Teknik BRINS Ade Zulfikar saat diwawancarai Tempo di Golf TEMPO 2020 di New Kuta Golf, Uluwatu, Badung, Bali, Sabtu (8/2/2020).

    INFO NASIONAL — Direktur Teknik BRINS, Ade Zulfikar, hadir dalam Turnamen Golf TEMPO 2020 di New Kuta Golf, Uluwatu, Badung, Bali, Sabtu, 8 Februari 2020. BRINS merupakan salah satu perusahaan yang menjadi sponsor dalam ajang ini.

    Kepada Tempo, Ade mengaku senang dapat mengikuti turnamen yang sudah memasuki tahun kelima ini. Menurutnya, turnamen yang dihadiri 103 peserta ini menarik sebab diikuti dari berbagai kalangan seperti institusi perbankan, pebisnis swasta dan berbagai lembaga lainnya.

    “Turnamen Golf serba menyenangkan, kita bisa enjoy, fun, bertemu teman, menjalin relasi, baik sosial dan bisnis,” kata dia di sela acara tersebut.

    Ade melanjutkan, BRINS masuk menjadi sponsor karena anak perusahaan dari BRI ini selalu mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti olahraga golf. Selain itu, dengan menjadi sponsor di turnamen yang diadakan TEMPO, ia berharap BRINS semakin dikenal luas oleh masyarakat ke depannya.

    “Kita sudah lama kenal dengan tim Tempo. Bahwa Tempo sebagai media arus utama yang reliable juga menjadi pertimbangan,” katanya.

    Tak hanya itu, Ade juga menyebut BRINS saat ini ingin membangun corporate image yang baru. Sebab BRINS ini baru diakuisisi oleh BRI yang sebelumnya milik dana pensiun BRI pada September 2019.

    “BRINS sekarang menjadi perusahaan anak BRI secara langsung,” ujar pria kelahiran Jakarta, 1 September 1971 ini.

    Ia menjelaskan, BRINS merupakan anak perusahaan ke-8 dari BRI yang bergerak di bidang asuransi umum. Menurutnya, kehadiran BRINS merupakan bagian dari kepingan terakhir dari program BRI Intergrated Financial Solution. Jadi, BRI ingin punya anak perusahaan yang melengkapi pelayanan BRI di bidang layanan finansial.

    Harapannya adalah nasabah BRI memiliki pilihan layanan finansial di lingkungan BRI sendiri. “Karena ada asuransi jiwa, asuransi umum, BRI Syariah dan segala macam jadi itu yang disebut IFS. Kalau asuransi jiwa BRI Life, maka asuransi umum ke BRINS,” katanya.

    Ade mengatakan, BRINS memiliki produk seperti asuransi kebakaran, asuransi proteksi atas risiko gempa bumi, banjir, angin topan, dan tanah longsor. Selain itu, ada juga proteksi satelit dan proteksi atas aset-aset pemerintah hingga BUMN.

    Ade menambahkan, BRINS berangkat dari asuransi mikro, seperti produk asuransi mikro rumahku dan kerusakan tempat usaha. Premi dari produk ini sangat murah, hanya Rp 50 ribu per tahun. Jadi, jika pemegang polis tempat usaha atau rumahnya kebakaran maka mendapat jaminan Rp 25 juta.

    Menurutnya, produk semacam ini akan membantu program pemerintah soal literasi keuangan, khususnya di bidang asuransi. Karena saat ini orang yang ingin memiliki asuransi masih minim.” Ada yang merasa belum perlu dan kedua mahal,” ujar Ade.

    Maka, dengan produk tersebut siapapun rasanya akan bisa punya polis asuransi karena sangat murah. “Ini membantu juga pengusaha mikro. Nah, BRI kan pengembang usaha mikro kami juga memproteksi usaha mikro misal kiosnya dan lainnya,” katanya. Ade menyebut, produk asuransi mikro tersebut yang membuat BRINS berbeda dengan perusahaan asuransi umum lainnya.

    Ke depan, Ade mengatakan BRINS bertekad tumbuh menjadi perusahaan asuransi umum lima besar di Indonesia. Menurutnya, saat ini BRINS masih ada di posisi 10 besar di Indonesia. Namun, target utamanya yakni ingin menjadi yang terbesar di Indonesia.

    “Nah, di ajang ini kita promosikan diri kita, memperkenalkan diri kita, memperkenalkan produk kita, dan memperkuat jaringan. Kami juga didukung 80 jaringan, termasuk Bali,” ucap Ade. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.