Virus Corona, 9 Perusahaan Ini Batal Ikut Singapore Airshow

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat tempur Singapura F-15SG dan F-16, melakukan manuver dengan melontarkan flair saat tampil jelang Singapore Airshow, di 2 Februari 2018. AP

    Pesawat tempur Singapura F-15SG dan F-16, melakukan manuver dengan melontarkan flair saat tampil jelang Singapore Airshow, di 2 Februari 2018. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Makin meluasnya penyebaran Virus Corona belakangan ini turut berdampak kepada penyelenggaraan pameran aviasi tingkat dunia Singapore Airshow 2020.

    Sebab, jumlah perusahaan penerbangan internasional yang menarik diri dari pameran dua tahunan tersebut terus bertambah. Seperti diketahui, pameran Singapore Airshow rencananya akan digelar pada 11 - 16 Februari 2020.

    Berdasarkan laporan yang diperoleh Bloomberg, sejumlah peserta pameran yang memutuskan mengundurkan diri di antaranya Bombardier Inc., CAE Inc., De Havilland Aircraft of Canada Ltd., dan Gulfstream Aerospace Corp. Peserta pameran lainnya yang undur diri adalah Aerospace Honeywell, Textron Aviation Inc., Viking Air Ltd. Lockheed Martin Corp dan Raytheon Co.

    Sementara Pentagon mengumumkan mereka akan tetap mengirimkan delegasinya ke acara internasional tersebut. Begitu juga Boeing Co. yang memastikan kehadirannya di acara tersebut.

    Namun begitu, salah satu perusahaan pembuat pesawat terbang terbesar di dunia itu mengaku akan mengurangi jumlah delegasinya, dengan alasan keamanan. "Seperti kebanyakan peserta pameran lainnya, kami akan menyesuaikan kehadiran kami di pameran," tulis Boeing dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu, 9 Februari 2020.

    Angkatan Udara Korea Selatan sebelumnya juga mengonfirmasi bahwa tim aerobatic Black Eagles tidak akan berpartisipasi di Singapore Airshow 2020.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.