PUPR Dorong DKI Percepat Proses Penghunian Rusun Pasar Rumput

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah susun atau Rusun Pasar Rumput di Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, 15 Juli 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Rumah susun atau Rusun Pasar Rumput di Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, 15 Juli 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyerahkan pengelolaan sementara Rusun Pasar Rumput ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Kami telah berkoordinasi dan melakukan serah terima pengelolaan Rusun Pasar Rumput dari Kementerian PUPR ke Pemprov DKI Jakarta," ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam siaran pers, Ahad, 9 Februari 2020.

    Khalawi berharap dengan serah terima pengelolaan itu, Pemprov DKI Jakarta juga bisa segera mempercepat proses penghuniannya. Saat ini proses pembangunan Rusun Pasar Rumput telah selesai dan sejumlah pedagang pun telah menempati kios-kios yang ada, namun untuk penghunian unit Rusun nantinya akan dikelola Pemprov DKI Jakarta.

    Lebih jauh Khalawi menjelaskan, meskipun pengelolaannya telah menjadi kewenangan Pemrov DKI Jakarta, pihaknya juga tengah memproses serah terima asetnya. Ia berharap Rusun tersebut bermanfaat untuk penyediaan hunian layak bagi masyarakat serta mendukung penataan dan normalisasi Sungai Ciliwung.

    Rusun Pasar Rumput, kata Khalawi, juga ditujukan untuk masyarakat yang terkena dampak relokasi permukiman kumuh. Relokasi permukiman kumuh yang dimaksud adalah dari semula di sepanjang daerah aliran sungai Ciliwung yang berada di sepanjang sempadan dan sungai mulai dari Pintu Air Manggarai sampai jembatan MT Haryono Cawang.

    Adapun konsep pembangunan Rusun Pasar Rumput pada dasarnya adalah mixed used atau campuran antara kios pasar dan hunian. Selain itu ada integrasi sarana transportasi dan hunian yakni tersedianya Halte Transjakarta di depan Rusun Pasar Rumput.

    Dengan integrasi itu, diharapkan masyarakat bakal dimudahkan dan mobilitas keseharian masyarakat bakal dikurangi sehingga kemacetan di jalan raya karena penggunaan angkutan umum bisa diminimalisir. "Pembangunan Rusun Pasar Rumput ini kami laksanakan juga sebagai cara untuk mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk membangun hal yang sama di pasar tradisional lainnya," kata Khalawi.

    Ia menyebutkan, pihaknya sangat serius membangun Rusun Pasar Rumput ini sebagai upaya untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat di DKI Jakarta. "Jadi Rusun Pasar Rumput ini bisa sama dengan mixed used antara kondominium atau apartemen yang jadi satu dengan mall atau plaza. Bisa dikatakan Rusun Pasar Rumput ini adalah rusunawa rasa apartemen buat masyarakat di Jakarta."

    Sebelumnya serah terima pengelolaan Rusun Pasar Rumput dilaksanakan sejak 20 September 2019 lalu antara Kepala Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR, Bisma Staniarto dengan Kepala Badan Pengelola Aset Daerah Pemprov DKI Jakarta, Pujiono. 

    Rusun Pasar Rumput dibangun oleh Satker Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR dengan kontraktor pelaksana PT Waskita Karya, Konsultan Perencana PT Adhika Karsa Pratama, dan Manajemen Konstruksi PT. Ciriajasa Cipta Mandiri. Adapun total anggaran pembangunan tiga tower dengan ketinggian 25 lantai tersebut adalah Rp 961,4 milyar.

    Beberapa fasilitas yang ada di Pasar Rumput ini antara lain adalah pasar di lantai satu dan dua dengan total luas 12.433 meter persegi. Jumlah kios basah dan kering adalah 1.314 unit. Sedangkan di lantai tiga tersedia fasilitas umum dan fasilitas sosial dengan luas 6.302 meter persegi.

    Adapun unit hunian di Rusun Pasar Rumput tersedia mulai lantai empat hingga 25. Luas bangunan untuk hunian secara keseluruhan adalah 119.325 meter persegi dengan jumlah hunian sebanyak 1.984 unit. Luas per unit adalah 36 meter persegi terdiri dari ruang tamu dan keluarga, ruang makan, dua kamar tidur, toilet, kamar mandi dan ruang servis.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara