Kadin Akui Ekonomi Indonesia Sensitif terhadap Cina

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pontianak mengukur suhu badan penumpang pesawat yang tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Supadio di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis 6 Februari 2020. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menginstruksikan kepada jajaran Imigrasi, Kesehatan Pelabuhan, Bea Cukai dan Karantina setempat untuk melarang masuknya turis dari negara China, tidak memperbolehkan pekerja asing untuk kembali ke negara mereka yang sedang terjadi kasus virus Corona dan melarang warga untuk berkunjung ke China guna mengantisipasi masuknya virus Corona di wilayah Kalimantan Barat. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

    Seorang petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pontianak mengukur suhu badan penumpang pesawat yang tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Supadio di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis 6 Februari 2020. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menginstruksikan kepada jajaran Imigrasi, Kesehatan Pelabuhan, Bea Cukai dan Karantina setempat untuk melarang masuknya turis dari negara China, tidak memperbolehkan pekerja asing untuk kembali ke negara mereka yang sedang terjadi kasus virus Corona dan melarang warga untuk berkunjung ke China guna mengantisipasi masuknya virus Corona di wilayah Kalimantan Barat. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin, Rosan Perkasa Roeslani mengakui bahwa perekonomian Indonesia sangat sensitif terhadap kondisi ekonomi Cina. Hal itulah yang membuat ekonomi RI rawan tekanan di tengah wabah virus corona di Cina. 

    Menurut Rosan, jika Cina mengalami pertumbuhan 1 persen, maka ekonomi Indonesia bisa tumbuh 0,3 persen. Sebab, sekitar 15 persen perdagangan Indonesia dilakukan dengan Cina. 

    "Selanjutnya dengan AS 12 persen. Jadi efeknya ketika kedua negara itu turun diperkirkan akan alami hambatan buat kita," kata Rosan dalam Business Gathering dan Economy Outlook 2020 di Grand Ballroom Hotel Kempinski Jakarta, Jumat 7 Febuari 2020.

    Karena itu, Kadin menilai, wabah virus corona ini perlu menjadi perhatian tersendiri. Sebab, virus tersebut dapat membuat ekonomi Cina anjlok satu sampai 1,5 persen pada tahun ini. Padahal, ekonomi Cina pada tahun ini diperkirakan masih bisa tumbuh di kisaran 6 persen. Namun, wabah Virus Corona mampu memangkas pertumbuhan ekonomi Cina tinggal 4,5 persen. 

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi B. Sukamdani melihat dampak penyebaran virus corona sudah terasa kepada para pelaku usaha dalam negeri. Terutama sangat berdampak terhadap industri pariwisata dan perdagangan. "Tidak mudah terus terang, kemarin kami buat kondisi optimistis, setelah Imlek ada virus corona membuat kami kelimpungan," kata Hariyadi.

    Keputusan pemerintah untuk menghentikan rute penerbangan dari dan ke Cina sementara juga telah membuat ribuan penerbangan batal. "Kegiatan ekspor - impor juga jadi terganggu, ekspor ikan hidup juga semua terganggu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.