Virus Corona Hantam Pariwisata, Bali Rugi Rp 82 Miliar

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja medis menggunakan pakaian pelindung saat menerima seorang pasien di Pusat Konferensi dan Pameran Internasional Wuhan, yang telah diubah menjadi rumah sakit darurat untuk menerima pasien dengan gejala ringan virus corona baru, di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 5 Februari 2020. China Daily via REUTERS

    Pekerja medis menggunakan pakaian pelindung saat menerima seorang pasien di Pusat Konferensi dan Pameran Internasional Wuhan, yang telah diubah menjadi rumah sakit darurat untuk menerima pasien dengan gejala ringan virus corona baru, di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 5 Februari 2020. China Daily via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Mewabahnya virus 2019-nCoV atau virus corona di Cina langsung menghantam sektor pariwisata Bali. Pemerintah setempat mencatat, potensi kerugian akibat pembatalan paket wisata dari turis Cina telah mencapai US$ 6 juta atau Rp 82 miliar (kurs Rp 13.680).

    "Berdasarkan data dari agen travel yang kami dapat, pembatalan paket wisman Cina pada periode ini mencapai 20 ribu orang dengan rencana kedatangan lima hari," tutur Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa saat dihubungi Tempo pada Sabtu, 8 Februari 2020.

    Kerugian senilai Rp 82 miliar tersebut dihitung dari total pembatalan pesanan paket wisata dikalikan dengan rata-rata pengeluaran turis Cina. Menurut Putu, rerata pengeluaran wisatawan mancanegara per lima hari kunjungan mencapai US$ 300 atau Rp 4,1 juta.

    Kerugian makin terasa lantaran virus corona mewabah saat Cina memasuki masa peak season atau masa ramai kunjungan karena Imlek. Biasanya, kata Putu, di masa Tahun Baru Imlek ini tingkat kunjungan turis Cina di Bali mencapai puncaknya.

    Adapun menurut Putu, daerah wisata di Bali yang paling terpukul oleh dampak virus corona ialah Nusa Penida, Nusa Lembongan, serta kawasan destinasi yang menyajikan pantai. Selain itu, paket cruise atau kapal pelayaran dan restoran seafood pun turut terhantam. Sebab, menurut dia, karakter turis  Cina umumnya menggemari panorama hingga hidangan bernuansa laut.

    Putu memprediksi, melorotnya tingkat kunjungan wisatawan Cina ini akan berpengaruh terhadap realiasi kunjungan turis Bali secara keseluruhan pada akhir 2020. "Karena porsi kunjungan turis Cina ini terbanyak kedua setelah Australia," tuturnya.

    Pada 2019, kunjungan turis Cina ke Bali tercatat sebanyak 1,18 juta orang. Kontribusi kunjungan tersebut mencapai 18 persen dari total jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali dalam satu tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara