Sri Mulyani Mengenang JB Sumarlin, Kenal Sejak Jadi Mahasiswi UI

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dilansir dari laman resmi Kementerian Keuangan, ada sejumlah penghargaan yang diraih Sumarlin, antara lain Menteri Keuangan terbaik tahun 1989 oleh Euromoney dan tahun 1990 oleh majalah Asia. Ia juga pernah mendapat Bintang Mahaputra Adiprana III 1973 dan meraih Bintang Grootkruis in de Orde van Leopold II dari pemerintah Belgia tahun 1975. Dok TEMPO/Ali Said

    Dilansir dari laman resmi Kementerian Keuangan, ada sejumlah penghargaan yang diraih Sumarlin, antara lain Menteri Keuangan terbaik tahun 1989 oleh Euromoney dan tahun 1990 oleh majalah Asia. Ia juga pernah mendapat Bintang Mahaputra Adiprana III 1973 dan meraih Bintang Grootkruis in de Orde van Leopold II dari pemerintah Belgia tahun 1975. Dok TEMPO/Ali Said

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melayat jenazah Johannes Baptista Sumarlin atau JB Sumarlin. Pada kesempatan itu, Sri Mulyani bercerita bahwa ia mengenal JB Sumarlin sejak menjadi mahasiswa di Universitas Indonesia.

    "Beliau mengajar di Universitas Indonesia dan beliau nampak sekali punya komitmen dan kecintaan pada almamaternya. Hari ini katanya masih mengenakan cincin dari UI," kata Sri Mulyani di MRCC Siloam Semanggi Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020.

    Waktu JB Sumarlin mengajar mengenai perekonomian Indonesia, Sri Mulyani mengaku dapat banyak sekali ilmu dan pengalaman. Dia tidak pelit membagikan ilmu kepada murid-murid.

    "Kemudian ketemu lagi waktu sudah menjadi menteri, lebih banyak waktu itu sehingga kami lebih banyak bertukar pikiran dengan Pak Sumarlin. Karena beliau pernah diberi kesempatan sebagai Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan," ujarnya.

    Sri Mulyani juga mengenang saat JB Sumarlin masih jadi menteri, banyak sekali masa-masa yang tidak mudah bagi Indonesia di bidang perekonomian.

    "Kalau sekarang itu ya yang disebut sebagai global economic volatility atau shock. Harga minyak bisa naik tiga kali lipat hanya dalam waktu yang sangat singkat sehingga Indonesia mendapat win fall profit, tapi kemudian harga minyak bisa turun lagi," ujar dia.

    Saat itu, kata Sri Mulyani, JB Sumarli melakukan liberalisasi sektor keuangan, perbankan, hingga menimbulkan persoalan mengenai pengawasan sektor keuangan.

    Menurut dia, ilmu yang disampaikan oleh JB Sumarlin masih sangat relevan dengan kondisi terkini, khususnya bagi para pembuat kebijakan.

    "Kita kehilangan seorang sosok yang memiliki komitmen dan kecintaan sangat besar terhadap negaranya, keluarganya, almamaternya dan sesorang yang tidak pernah segan untuk membagi ilmunya dan pengalamannya kepada generasi yang lebih muda," ujar Sri Mulyani.

    JB Sumarlin, Menteri Keuangan Kabinet Pembangunan V, meninggal pada Kamis, 6 Februari 2020, sekitar pukul 14.00 WIB. JB Sumarlin begitu beliau akrab dipanggil, menutup mata pada usia 87 tahun di RS Carolus, Jakarta Pusat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.