Stok Menipis, Harga Bawang Putih Kembali Melejit

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Winarsih, 43 tahun, pedagang sayur-sayuran di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Sabtu, 4 Mei 2019, mengeluhkan pasokan bawang putih menipis sehingga harna naik tajamsampai 100 persen. Tempo/Adam Prireza

    Winarsih, 43 tahun, pedagang sayur-sayuran di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Sabtu, 4 Mei 2019, mengeluhkan pasokan bawang putih menipis sehingga harna naik tajamsampai 100 persen. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga bawang putih kembali melejit setelah stok di pedagang pasar tradisional menipis. Pedagang bawang putih pasar induk Kramat Jati, Anas menyebut sejak beberapa pekan lalu, dia dan pedagang lainnya kekurangan stok. Biasanya Anas menerima bawang putih 1000 kilogram (kg)/hari, namun sekarang hanya 250 kg/hari.

    Karena stok yang minim ini, akhirnya para pedagang menaikkan harga. “Realita di lapangan dari pedagang pasar induk saat ini, harga baput (bawang putih) kating Rp 49.000/kg itu harga importir, honan Rp 45.000/kg itu harga importir. Sementara, pada 15 Januari 2020 harga bawang putih impor masih berkisar Rp22.000 per kg," kata Anas dikutip Bisnis Kamis 6 Februari 2020.

    Padahal, awal pekan lalu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sempat memastikan bahwa pasokan bawang putih aman, meski pemerintah berencana menutup sementara impor pangan dari Cina.

    Kementerian Pertanian menyiapkan negara alternatif untuk impor bawang putih selain dari Cina. Sebabnya pemerintah sedang memperketat pengawasan terhadap komoditas pangan yang masuk ke Indonesia sebagai antisipasi penyebaran virus corona baru dari negara tersebut.

    "Ada tempat lain yang memproduksi bawang putih seperti India, Mesir dari Iran itu juga menghasilkan bawang putih," kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto saat ditemui di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.

    Kebutuhan bawang putih nasional sekitar 90 persen dipenuhi lewat impor, sedangkan 10 persen diproduksi di dalam negeri. Sebagian besar impor bawang putih tersebut didatangkan dari Cina. Menurut data Badan Pusat Statistik, impor bawang putih dari Cina pada Januari-November 2019 sebanyak 406.547 ton.

    Prihasto menjelaskan meski saat ini komoditas berbasis tanaman tidak dikategorikan sebagai media pembawa virus corona, pemerintah tetap mewaspadai pemasukan komoditas pangan dari Cina dan negara-negara tetangga yang sudah terpapar virus corona, seperti Filipina dan Singapura.

    "Yang banyak bawang putih dan bawang bombai. Bagaimana pun kita tidak boleh mengabaikan, walaupun tidak dikatakan tanaman bukan media pembawa untuk virus corona, kita tidak boleh abai, tetap harus hati-hati," kata dia.

    Selain bawang putih, Indonesia juga banyak mengimpor bawang bombai dari Cina. Negara-negara alternatif untuk impor bawang bombai, yakni Selandia Baru, Australia dan India.

    BISNIS | ANTARA 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara