Jadi Pengacara, Yusril Ihza Bereskan Kredit Macet Bank Muamalat

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra, usai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 1 Juli 2019. Tempo/Friski Riana

    Kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra, usai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 1 Juli 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Yusril Ihza Mahendra resmi menjadi pengacara untuk PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Direktur Utama Bank Muamalat, Achmad Kusna mengatakan pihaknya telah meminta bantuan kepada pengacara kondang tersebut sejak tahun lalu, sampai akhirnya saat ini bersedia.

    "Mungkin ini doa saya saat umroh kemarin juga dikabulkan," kata Achmad, yang membuat Yusril tertawa, dalam konferensi pers di Muamalat Tower, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Februari 2020.

    Menurut Achmad, Yusril sebenarnya sudah terlibat membantu Bank Muamalat sejak berdiri pada 1991. Saat itu, Yusril-lah yang merancang pidato dari mantan Presiden Soeharto.

    Selain itu, Achmad juga menyebut Yusril juga sudah berpengalaman dalam menangani kasus di korporasi. Salah satu bantuan yang diminta Bank Muamalah kepada Yusril, adalah masalah kredit macet. "Kami membutuhkan pendampingan hukum," kata Achmad.

    Saat ini ada beberapa debitur bermasalah Bank Muamalat. Salah satunya seperti kelompok usaha Duniatex. Selain itu, ada pula masalah kredit dengan perusahaan properti di Jawa Barat, PT Hastuka Sarana Karya (HSK).

    Sementara itu, Yusril mengaku dengan senang hati membantu Bank Muamalat. "Saya memang sukarela bantu Muamalat, supaya bank ini bisa jadi bank islam yang kuat, tak hanya di Indonesia, tapi bisa kuat juga di Asia Tenggara," kata dia.

    Yusril Ihza mengatakan ia diminta menangani sejumlah kasus yang melibatkan bank syariah terbesar di Indonesia ini, salah satunya masalah kredit macet. "Ada persoalan pada nasabahnya, sebenarnya mampu menyelesaikan (pembayaran), tapi sengaja dilambat-lambatkan, hal itu yang menjadi hambatan bagi Bank Muamalat," kata Yusril dalam konferensi pers di Muamalat Tower, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Februari 2020.

    Untuk itu, Yusril Ihza akan lebih dulu mengkaji persoalan-persoalan di Bank Muamalat dengan para nasabahnya. Empat opsi bisa diambil untuk menyelesaikannya, mulai dari imbauan, perundingan, somasi, hingga upaya hukum.

    Akan tetapi, Yusril akan mengedepankan imbauan dan perundingan dalam menyelesaikan masalah kredit macet ini. "Kami ini problem solver, bukan trouble maker, tidak ada pihak yang dipermalukan," kata Yusril Ihza.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara