Lima Tahun Pertama Jokowi, Ekonomi Tumbuh 5 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto areal suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. APBN diharapkan bisa menjadi pendongkrak bagi pertumbuhan ekonomi. Maka program priortas yang masuk dalam pendanaan APBN harus digenjot realisasinya. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Foto areal suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. APBN diharapkan bisa menjadi pendongkrak bagi pertumbuhan ekonomi. Maka program priortas yang masuk dalam pendanaan APBN harus digenjot realisasinya. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepanjang periode pertama pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi yakni sejak 20 Oktober 2014 hingga dilantik kembali pada 20 Oktober 2019, perekonomian Indonesia hanya tumbuh di sekitar angka 5 persen.

    Terakhir, Badan Pusat Statistik atau BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5,02 persen. “Tapi mempertahankan 5 persen di situasi sekarang tidaklah gampang,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.

    Angka ini terpaut jauh dari janji kampanye yang pernah diucapkan oleh Jokowi. Sebelum menjabat pada 2014, Jokowi pernah berjanji akan membawa ekonomi Indonesia tumbuh di sekitar angka 7 persen.

    Dimulai pada tahun 2014, saat Jokowi pertama menjabat. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,01 persen. Saat itu, Jokowi sebenarnya diwarisi pertumbuhan ekonomi yang terus melemah dari presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono.

    Tahun 2011, di masa SBY, ekonomi Indonesia tumbuh 6,17 persen. Lalu terus melemah menjadi 6,03 persen di 2012, 5,56 persen di 2013, hingga 5,01 persen di tahun pertama Jokowi. Tahun 2015, ekonomi semakin melambat jadi 4,88 persen.

    Baru pada 2016 hinga 2018, ekonomi mulai berbalik arah dan tumbuh positif. Dari 5,03 pada 2016, 5,07 pada 2017, dan puncaknya 5,17 pada 2018. Pelemahan ekonomi global pun berdampak pada Indonesia sehingga ekonomi hingga tahun 2019 kembali anjlok jadi 5,02 persen.

    Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia tak pernah lepas dari angka 5 persen. Namun, indikator ekonomi makro lainnya masih terus tumbuh yaitu Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita.

    Tahun 2014, saat Jokowi pertama menjabat, rata-rata pendapatan satu orang di Indonesia hanya Rp 41,81 juta per tahun atau sekitar Rp 114.547 per hari. Tahun 2017, angka ini naik jadi Rp 51,9 juta per tahun atau Rp 142.191 per hari. Hingga 2019, PDB per kapita Indonesia telah mencapai Rp 161.917 per hari. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.