Mirza Adityaswara Dilantik jadi Dirut LPPI

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara dalam pameran Karya Kreatif Indonesia di Jakarta Convention Center, Jumat, 12 Juli 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara dalam pameran Karya Kreatif Indonesia di Jakarta Convention Center, Jumat, 12 Juli 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Mirza Adityaswara pada hari Senin lalu, 3 Februari 2020, dilantik sebagai Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) untuk periode 2020 hingga 2023. Pelantikan mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia itu disaksikan oleh dewan pembina dan pengurus Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI), Bank Indonesia (LPPI), dan Yayasan Kesejahteraan Keluarga Bank Indonesia.

    Pelantikan Dirut LPPI dilakukan oleh Deputi Gubernur BI, yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI), Rosmaya Hadi. Dilansir dari keterangan resmi BI, Rosmaya menyampaikan agar LPPI terus relevan di tengah dinamika industri finansial yang bergerak secara cepat di era teknologi digital.

    Oleh karena itu, diperlukan transformasi baik secara kebijakan, manajemen organisasi, maupun sumber daya manusia (SDM). Fokus ketiga transformasi yang perlu menjadi perhatian antara lain memperkuat alignment framework pendidikan LPPI, memperkuat sistem organisasi LPPI secara lebih inovatif, produktif, efisien dan govern, serta transformasi SDM menjadi core dari lembaga pendidikan dengan meningkatkan kualitas dan kapabilitas SDM.

    LPPI berdiri sejak 1958 dan merupakan lembaga pengembangan SDM perbankan dan jasa keuangan di Indonesia yang diinisiasi oleh Bank Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Industri Negara, Bank Rakyat  Indonesia, Bank Tabungan Pos, Perbanas dan Yayasan Pendidikan Kader Bank.

    Pengelolaannya berada di bawah Bank Sentral. LPPI diyakini mampu menjadi lembaga terpercaya dalam pemenuhan SDM yang handal dan mampu dalam mendukung transformasi industri keuangan.

    Mirza adalah ekonom senior kelahiran Surabaya dan telah dua periode menduduki posisi strategis di bank sentral, tepatnya lima tahun 10 bulan. Masa tersebut terbilang singkat bagi Mirza menjalankan amanah di Bank Indonesia.

    Jejak karirnya tak lepas dari perubahan yang terjadi pada nyaris tujuh tahun silam. Kala itu Boediono harus meletakkan jabatan Gubernur Bank Indonesia karena terpilih sebagai Wakil Presiden, dan posisinya di bank sentral digantikan oleh Darmin Nasution.

    Posisi Darmin, yang sebelumnya sebagai Deputi Gubernur Senior pun lowong dan baru diisi ketika Gubernur Bank Indonesia beralih dijabat oleh Agus Martowardojo. Nama Mirza, yang saat itu sebagai Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pun dicalonkan Presiden sebagai salah satu kandidatnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.