Impor dari Cina Dihentikan, Mentan Klaim Stok Bawang Putih Aman

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bawang putih. shutterstock.com

    Ilustrasi bawang putih. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan stok bawang putih di dalam negeri masih aman pasca-dihentikannya sementara impor produk pertanian dari Cina. Kebijakan penundaaan arus impor barang itu dilakukan menyusul mewabahnya virus Corona di Negeri Tirai Bambu.

    "Stok bawang putih yang ada saat ini masih aman sampai dua bulan. Stok itu akan segera kami distribusikan," ujar Syahrul di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Februari 2020.

    Stok bawang putih yang siap diedarkan di pasaran hari ini berjumlah 55 hingga 65 ribu ton. Adapun rata-rata konsumsi bawang putih di Indonesia tiap bulan tercatat 45 hingga 47 ribu ton.

    Syahrul mengatakan impor bawang putih dari Cina saat ini memang mendominasi produk pertanian yang masuk ke Indonesia untuk mencukupi konsumsi dalam negeri. Dari total volume impor yang masuk, bawang putih memakan porsi 90 persen.

    Direktur Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian Anton Prihastono mengatakan stok bawang putih akan bertambah lantaran masa panen sudah dekat. "Kita Maret ini panen lumayan banyak dari Temanggung, Malang, Probolinggo," katanya.

    Total bawang putih yang dihasilkan pada masa panen Maret nanti mencapai 50 ribu ton dari 4.000-5.000 hektare lahan. Produksi panen itu ditengarai dapat mencukupi kebutuhan konsumsi selama satu bulan.

    Seumpama cadangan bawang putih dalam negeri menipis, pemerintah memungkinkan membuka keran impor dari negara alternatif lain. Di antaranya India, Mesir, dan Iran.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara