Kasus Dugaan Suap Airbus, Tony Fernandes Mundur dari AirAsia

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tony Fernandes. REUTERS/Romeo Ranoco

    Tony Fernandes. REUTERS/Romeo Ranoco

    TEMPO.CO, Jakarta - CEO AirAsia Group Tony Fernandes dan Chairman & CEO Tune Group Kamarudin Meranun menyatakan mundur sementara dari jabatannya. Keduanya mengundurkan diri seiring dengan pengusutan dugaan suap dari Airbus sebesar US$50 juta soal pemesanan pesawat.

    Berdasarkan laman The Straits Times yang dikutip Bisnis.com, Selasa 4 Februari 2020, dua petinggi AirAsia Group tersebut akan mundur minimal selama dua bulan ke depan. AirAsia sebelumnya diduga menerima uang suap untuk memenangkan penawaran pemesanan pesawat dari Airbus.

    Maskapai berbiaya rendah (low cost carrier/LCC) ini telah membentuk komite khusus yang terdiri dari anggota non-eksekutif dewan AirAsia, untuk meninjau dugaan dan mengambil tindakan yang diperlukan. "Fernandes, salah satu eksekutif industri penerbangan paling terkenal, dan Kamarudin akan tetap menjadi penasihat, bagaimanapun mengingat keadaan ekonomi sulit saat ini yang dihadapi industri penerbangan," tulis perusahaan.

    Setelah Tony Fernandes mundur, eksekutif senior AirAsia, Tharumalingam Kanagalingam, akan bertindak sebagai CEO. Keputusan ini akan segera diberlakukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara