Luhut Sebut Virus Corona Juga Ikut Mengancam Sektor Pertanian

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, memberi penjelasan setelah mendapat laporan soal kasus dugaan korupsi PT Asabri (Persero) di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, memberi penjelasan setelah mendapat laporan soal kasus dugaan korupsi PT Asabri (Persero) di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan wabah virus Corona penyebarannya sudah makin mengkhawatirkan bagi perekonomian Indonesia. Pasalnya, kunjungan wisatawan mancanegara ke dalam negeri yang didominasi asal Negeri Tirai Bambu telah anjlok.

    "Sekarang dilarang, enggak ada yang datang. Itu lebih parah lagi sekarang. Bali itu sepi, Singapura itu sekarang sepi. 30 persen menurun. Kita Manado habis, Bintan juga enggak ada sama sekali," kata dia saat di kantor Kementerian Maritim dan Investasi Jakarta, Senin, 3 Februari 2020.

    Ia mengungkapkan, kerugian akibat anjloknya pariwisata Indonesia dampak dari penyebaran Virus Corona bisa mencapai puluhan juta dollar Amerika Serikat setiap bulannya.

    Kemudian sektor pertanian, menurut Luhut juga tidak beda jauh, karena sektor ini juga diandalkan oleh para petani manggis untuk mengekspor komoditas ke Cina. Namun ketika ada virus corona ini, kata Luhut, membuat petani Indonesia tidak bisa melakukan pengiriman ke Negeri Tirai Bambu karena memang akses ke sana dibatasi guna mengurangi potensi penyebaran virus.

    "Akibatnya petani kita yang mati," ungkapnya.

    Selanjutnya untuk perekonomian Cina, Luhut memprediksi, negara tersebut akan mengalami koreksi hingga 3 persen dari pertumbuhan saat ini sekitar 6 persen, dampak dari virus corona.

    "Tapi ini sangat parah. Jadi kalau dulu SARS di China itu dampak pada GDP-nya terkoreksi 2 persen,  sekarang bisa 3 persen terkoreksi dan itu bisa jadi dampak besar," katanya.

    Oleh karena itu Luhut mengatakan, pihaknya akan secara serius memantau penyebaran virus corona agar tidak masuk ke Indonesia, dan  menangani perekonomian dalam negeri ketika mulai melihat tanda-tanda terdampak penyakit tersebut.

    Sementara itu hingga Senin, 3 Februari 2020 jumlah korban tewas akibat wabah mematikan virus corona telah mencapai 361 orang di Cina, dan kasus terbanyak terjadi di Provinsi Hubei.

    Dalam satu perkembangan terbaru, jumlah total infeksi wabah virus corona  telah melewati angka 17.200 secara nasional dengan 2.829 kasus baru dikonfirmasi.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.