DPR Sebut Kasus Asabri Berbeda dengan Jiwasraya

Direktur Utama PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri, Letjen TNI (purn) Sonny Widjaja memberikan pernyataan terkait dugaan korupsi di kantornya, Cawang, Jakarta Timur, Kamis, 16 Januari 2020. TEMPO/Francisca

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Dito Ganinduto mengatakan persoalan yang ada di tubuh PT Asabri (Persero) berbeda dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). "Asabri tidak ada masalah. Kemarin setelah diperiksa ternyata tidak seperti Jiwasraya. Asabri masih likuid. Ada potensi kerugian tetapi untuk nasabah tidak masalah," ujar dia di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan, Jakarta, Senin, 3 Februari 2020. 

 

Anggota Komisi Keuangan DPR dari Fraksi Golkar Misbakhun salah satu produk Asabri berkaitan dengan pensiun yang dibayarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Adapula produk lain, misalnya Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan, dan Jaminan Kematian, yang di luar skema pensiun. Pembayaran premi itu dibayarkan juga oleh APBN.

 

Dana itu lah, kata Misbakhun, yang kemudian mesti diinvestasikan guna meraup manfaat atau nilai tambah. Namun kemudian justru disalahgunakan oleh oknum. "Ada yang namanya investasi yang tidak pada tempatnya. Nilai awalnya berapa, ekspektasi returnnya berapa, lalu mengalami penurunan sangat tajam. Ini kan menggunakan manajemen investasi, sekuritas, saham siapa yang diambil, dan instrumen keuangan apa  yang digunakan. Ini yang terjadi banyak fraud," tutur dia.

 

Ia meyakini pada akhirnya nanti manfaat yang akan diterima oleh nasabah bisa terganggu apabila pengelolaan keuangan dari Asabri masih kurang baik. Kendati, Misbakhun tidak memperinci seberapa besar imbas dari kerugian investasi tersebut. "Pasti bisa terganggu nasabah karena mengalami kerugian kan."

 

Adapun Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Agung Firman Sampurna mengatakan pemeriksaan BPK terhadap Asabri masih berjalan dan saat ini sekitar 60 persen data yang diindentifikasi sebagai fraud di Jiwasraya dan Asabri sudah dikantongi lembaganya. Namun, ia belum mau membicarakan secara terperinci hasil pemeriksaannya lantaran pemeriksaan itu belum selesai. "Berdasarkan kode etik, belum bisa disampaikan," kata Agung.

 

Direktur Utama Asabri Sonny Widjadja sebelumnya menyebutkan perusahaan mencatatkan kerugian hasil investasi atau unrealized loss pada 2019 senilai Rp 4,84 triliun. Hal itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama Asabri kemarin di Gedung DPR, Jakarta.

 

Dalam kesempatan itu, Sonny juga membeberkan sepanjang tahun 2019 Asabri mencatatkan hasil investasi dari instrumen pendapatan tetap senilai Rp 437,7 miliar. Rinciannya adalah bunga deposito Rp 34,8 miliar, pendapatan obligasi Rp 194,4 miliar, dan sisanya dari penyertaan.

 

Pendapatan reksa dana Asabri pada 2019 tercatat senilai Rp 197,2 miliar. Sementara instrumen saham mencatatkan unrealized loss Rp 5,2 triliun. "Sehingga unrealized loss investasi Asabri pada 2019 senilai Rp 4,84 triliun," ujar Sonny, Rabu, 29 Januari 2020.






Kejaksaan Kembali Sita 16,4 Hektar Aset Benny Tjokrosaputro dalam Perkara Jiwasraya

9 hari lalu

Kejaksaan Kembali Sita 16,4 Hektar Aset Benny Tjokrosaputro dalam Perkara Jiwasraya

Kejaksaan Agung kembali menyita 16,4 aset Benny Tjokrosaputro dalam kasus korupsi Jiwasraya.


Kejagung Kembali Sita Aset Tanah Benny Tjokrosaputro dalam Perkara Korupsi Jiwasraya

23 hari lalu

Kejagung Kembali Sita Aset Tanah Benny Tjokrosaputro dalam Perkara Korupsi Jiwasraya

Benny Tjokrosaputro merupakan terpidana dalam kasus korupsi pengelolaan keuangan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya periode 2008-2018.


Ini Alasan JPU Tuntut Benny Tjokrosaputro dengan Hukuman Mati

31 hari lalu

Ini Alasan JPU Tuntut Benny Tjokrosaputro dengan Hukuman Mati

JPU menuntut Benny Tjokrosaputro Direktur Utama PT Hanson International Tbk agar dijatuhi hukuman mati di kasus korupsi PT. Asabri


Terdakwa Kasus Asabri Benny Tjokrosaputro Dituntut Hukuman Mati

31 hari lalu

Terdakwa Kasus Asabri Benny Tjokrosaputro Dituntut Hukuman Mati

Benny Tjokrosaputro dituntut hukuman mati dan membayar uang pengganti sebesar Rp5,733 triliun dalam kasus korupsi Asabri


OJK Tunggu Perusahaan Asuransi Gagal Bayar Serahkan Rencana Penyehatan

33 hari lalu

OJK Tunggu Perusahaan Asuransi Gagal Bayar Serahkan Rencana Penyehatan

OJK menyatakan perusahaan asuransi yang bermasalah harus menyampaikan rencana penyehatan keuangan (RPK) perusahaan.


Perluas Keagenan, Pegadaian Berkolaborasi dengan ASABRI

25 Agustus 2022

Perluas Keagenan, Pegadaian Berkolaborasi dengan ASABRI

Kerja sama meliputi kegiatan literasi, sosialisasi dan kerja sama pembentukan agen, serta pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan Pegadaian


Jokowi Klaim Kondisi Antikorupsi Terus Membaik

16 Agustus 2022

Jokowi Klaim Kondisi Antikorupsi Terus Membaik

Jokowi mengklaim telah memerintahkan Polri, Kejaksaan, dan KPK menjadikan pemberantasan korupsi sebagai prioritas utama.


Kasus Korupsi Asabri, Teddy Tjokrosapoetro Divonis 12 Tahun Penjara

3 Agustus 2022

Kasus Korupsi Asabri, Teddy Tjokrosapoetro Divonis 12 Tahun Penjara

Teddy Tjokrosapoetro dinilai terbukti melakukan perbuatan korupsi pengelolaan dana di PT Asabri. Dia divonis 12 tahun penjara.


Ini Alasan Hakim Tunda Pembacaan Vonis Teddy Tjokrosapoetro di Kasus Asabri

27 Juli 2022

Ini Alasan Hakim Tunda Pembacaan Vonis Teddy Tjokrosapoetro di Kasus Asabri

Pengadilan Tipikor Jakarta menunda pembacaan vonis terhadap Presiden Direktur PT Rimo International Lestari Teddy Tjokrosapoetro di Kasus Asabri


2021, Pendapatan Jiwasraya Naik 261 Persen jadi Rp 7,01 Triliun

5 Juni 2022

2021, Pendapatan Jiwasraya Naik 261 Persen jadi Rp 7,01 Triliun

Meski pendapatan dan hasil investasinya naik pada tahun lalu, Jiwasraya masih mencatat rasio RBC minus atau di bawah ketentuan OJK.