Virus Corona, BPS: Ada Potensi Kehilangan 2 Juta Turis Asal Cina

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Karantina Kesehatan memeriksa suhu tubuh wisatawan asal Cina (kiri) yang baru mendarat di bandara DEO Kota Sorong, Papua Barat, Ahad, 26 Januari 2020. Pasien suspect virus corona tersebut akan diisolasi selama kurang lebih tujuh sampai 14 hari. ANTARA/Olha Mulalinda

    Petugas Karantina Kesehatan memeriksa suhu tubuh wisatawan asal Cina (kiri) yang baru mendarat di bandara DEO Kota Sorong, Papua Barat, Ahad, 26 Januari 2020. Pasien suspect virus corona tersebut akan diisolasi selama kurang lebih tujuh sampai 14 hari. ANTARA/Olha Mulalinda

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Suharyanto memperkirakan penyebaran Virus Corona bakal memukul sektor pariwisata di Tanah Air. Terlebih karena pemerintah Cina sudah membatasi kunjungan warganya ke negara-negara lain dan sebaliknya. 

    "Kalau lihat ada larangan wisatawan untuk berkunjung, pasti ada dampak. Persentase turis asal Cina ke Indonesia rata-rata pada 2019, mencapai 12 persen," kata Suhariyanto dalam konferensi pers di kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, Senin, 3 Februari 2020. 

    BPS mencatat sepanjang tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia mencapai 16,1 juta kunjungan. Realisasi tersebut naik 1,88 persen dibandingkan dengan kedatangan turis asing pada 2018, yang berjumlah 15,8 juta kunjungan. 

    Sementara jumlah turis Cina yang datang ke Indonesia mencapai 2,07 juta kunjungan pada tahun lalu. Artinya, jumlah itu turun 3,14 persen atau 670 ribu kunjungan.

    Suhariyanto menjelaskan, selama ini persentase turis Cina sebesar 12 persen. "Kalau total kunjungan wisman 16 juta, ya kita berpotensi kehilangan 2 juta kunjungan. Cukup besar juga pengurangannya," ucapnya. 

    Selain Cina, negara-negara lain yang menduduki peringkat 5 besar turis asing yang datang ke Indonesia yakni Malaysia (2,98 juta kunjungan), Singapura (1,93 juta kunjungan), Australia (1,38 juta kunjungan), dan Timor Leste (1,17 juta kunjungan). 

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebelumnya telah menyampaikan penutupan akses dari dan ke Cina sebagai dampak merebaknya Virus Corona. Pendatang dari negara tersebut untuk sementara tidak diperbolehkan masuk dan transit di Indonesia. Hal ini berlaku bagi siapapun yang telah berada di Cina selama 14 hari.

    Ia juga menegaskan bahwa penerbangan langsung dari dan menuju ke Cina akan mulai ditutup sementara mulai Rabu besok, 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB. "Pemerintah meminta warga negara Indonesia untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke mainland China," tutur Retno, Ahad, 2 Februari 2020.

    Hal tersebut disampaikan usai rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Hasil rapat itu juga memutuskan untuk memberhentikan sementara pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrivals untuk warga negara Cina yang bertempat tinggal di Cina daratan. Pemerintah belum memberikan batas waktu penutupan akses tersebut. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H