Singgung Ahok, DPR: Jangan Ada Komut Rasa Dirut di Pertamina

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Presiden Moeldoko usai melakukan pertemuan tertutup dengan Komisaris Utama di PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kantor Staf Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 14 Januari 2020. Pertemuan membahas stabilitas harga minyak dan gas. TEMPO/Subekti.

    Kepala Staf Presiden Moeldoko usai melakukan pertemuan tertutup dengan Komisaris Utama di PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kantor Staf Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 14 Januari 2020. Pertemuan membahas stabilitas harga minyak dan gas. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade menyinggung sepak terjang Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang sudah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Menurutnya, eks Gubernur DKI Jakarta tersebut ketika menjadi Komisaris Utama Pertamina justru lebih banyak tampil di depan publik dibandingkan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

    "Saya kira ada Pak Ahok tadi. Karena yang tampil biasanya Pak Ahok, mungkin ada komisaris rasa dirut," kata dia saat rapat dengar pendapat Komisi VI DPR-RI bersama Kementerian (BUMN), Pertamina, dan PLN, Senin, 3 Februari 2020.

    Ia juga meminta kepada Wakil Menteri BUMN 1 Budi Gunadi Sadikin untuk terus memantau kinerja dari Ahok agar tidak menyalahi jabatannya sebagai Komisaris Utama Pertamina. Andre juga meminta, agar memberikan Ahok memberikan kesempatan kepada Direktur Utama Pertamina untuk memberikan penjelasan terkait perusahan di publik.

    "Berharap ke depan itu disampaikan Pak Wamen, jangan terlalu majulah jangan sampai orang bicara ada Komisaris rasa Dirut," kata dia.

    Adapun dalam rapat dengan pendapat bersama Komisi VI DPR RI tersebut tidak dihadiri oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Komisaris Utama Basuki Tjahaja Purnama, namun pihak perusahaan migas pelat merah tersebut di wakilkan oleh Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Heru Setiawan.

    Sebagai informasi Menteri BUMN Erick Thohir resmi menunjuk Ahok  menjadi Komisaris Utama Pertamina sejak 11 November 2019 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan menggantikan Tanri Abeng pada jabatan tersebut.

    Tak hanya itu, selain jadi Komisari Utama Ahok sekaligus dipercaya sebagai Komisaris Independen Pertamina. 

    Ketika menjabat, Ahok beberapa kali mengikuti rapat penting. Ia pernah menyambangi Presiden Joko Widodo bersama Nicke. Ia juga pernah menemui Kepala Staf Kepresidenan  Moledoko  dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. 

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.