Kru yang Evakuasi Penumpang Batik Air Ikut Dikarantina 14 Hari

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana evakuasi sejumlah WNI dari Bandara Tianhe, Wuhan, Cina, Ahad dini hari, 2 Februari 2020. Ratusan WNI yang berada di Wuhan dievakuasi untuk menghindari penularan virus Corona. dok.KBRI Beijing

    Suasana evakuasi sejumlah WNI dari Bandara Tianhe, Wuhan, Cina, Ahad dini hari, 2 Februari 2020. Ratusan WNI yang berada di Wuhan dievakuasi untuk menghindari penularan virus Corona. dok.KBRI Beijing

    TEMPO.CO, Jakarta - Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, menyebutkan kru maskapai perseroan yang terlibat dalam proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Provinsi Hubei, Cina turut serta dikarantina selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau.

    Danang menjelaskan bahwa langkah ini termasuk dalam standar prosedur pelaksanaan evakuasi tersebut. "Awak pesawat masih menjalani proses observasi karantina kesehatan, masa karantina ada ketentuan waktu 14 hari. Kru ikut menjalani masa protokol kesehatan," katanya ketika dihubungi, Ahad, 2 Februari 2020.

    Adapun proses observasi dilakukan di Lapangan Udara Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Para kru sebelumnya telah menjalankan rute penerbangan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK) menuju Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan yang terletak di Distrik Huangpi.

    Bandar udara ini terletak 26 kilometer dari pusat kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat Tiongkok (WUH). Pesawat membawa 19 kru dan 30 tim medis lalu kembali ke tanah air dengan WNI yang dievakuasi.

    Lebih jauh Danang menyebutkan proses observasi merupakan bagian dari prinsip dan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan. Langkah ini guna memastikan pengamanan awak pesawat, tim medis, tamu atau penumpang dan lainnya.

    Selama proses evakuasi awak kabin selalu melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai prosedur yang berlaku. Juga dilakukan pemanfaatan masker dan alat pelindung diri (APD), sarung tangan (hand gloves) guna antisipasi tertular pada awak pesawat dan petugas layanan darat. Selain itu armada Airbus 330-300CEO juga didukung peralatan yang dapat menyaring udara di dalam pesawat. 

    Setelah pesawat tiba di Indonesia, sesuai SOP akan langsung masuk hangar (pusat perawatan pesawat) guna dilakukan pembersihan, sterilisasi dan perawatan. Untuk awak pesawat setelah selesai bertugas akan menjalani proses karantina kesehatan dalam tahapan pengawasan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.