Ketidakpastian Global Membayangi, Sri Mulyani: Tugas Kita Banyak

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Bank Dunia di Energy Building, SCBD, Jakarta, Kamis, 30 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Bank Dunia di Energy Building, SCBD, Jakarta, Kamis, 30 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Tempo.Co, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksikan kondisi perekonomian Indonesia masih akan dihadapkan oleh pelbagai ketidakpastian global selama sebelas bulan mendatang. Ketidakpastian itu datang dari berbagai sumber, seperti ketegangan Amerika Serikat dan Cina yang masih berlanjut.

    "Awal 2020, kita dihadapi berbagai tantangan seperti banjir, ketegangan politik global, dan penyebaran virus corona. Selama sebelas bulan ke depan, kita masih akan dihadapkan ketidakpastian. Banyak sekali tugas kita," ujar Sri Mulyani dalam sosial meia Instagram-nya, Sabtu, 1 Februari 2020.

    Sri Mulyani mengatakan, kendati memiliki tantangan sulit, Indonesia mesti dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonominya. Saat ini, cara yang bisa digeber pemerintah untuk mempertahankan stabilitas ekonomi adalah meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi tingkat kemiskinan.

    Dalam pidato yang ia sampaikan pada Rabu, 29 Januari 2020, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengungkapkan hal senada. Ia kala itu merincikan pelbagai sumber ketidakpastian global sepanjang 2020.

    Pertama, Sri Mulyani menyebutkan Pemilu Amerika Serikat. "AS (Amerika Serikat) akan tetap menjadi sumber ketidakpasian karena sebentar lagi mereka akan pemilu. Itu berarti, segala sesuai dipolitisasi," ujarnya di Hotel Ritz Carlton.

    Pada 2019, ekonomi global juga terhuyung-huyung karena AS. Ekonomi terpengaruh oleh pertikaian AS dengan mitra dagangnya, Cina, dan negara cross bordernya, Mexico. Kejadian itu membuat Bank Dunia merevisi prediksi pertumbuhan ekonomi global lebih rendah dari hitungan sebelumnya.

    Tak hanya kondisi politik yang memanas dengan dua negara tersebut, AS kembali membat dunia menghadapi ketidakpastian setelah negara yang dipimpin Donald Trump itu melancarkan serangan udara. Serangan melalui pesawat drone itu membunuh seorang jenderal di Iran.

    Sri Mulyani mengimbuhkan, ketidakpastian juga bersumber dari rencana Brexit yang masih belum jelas, potensi resesi Eurozone, hingga kebangkitan populisme politik right wing. Sumber ketidakpastian lain berasal dari krisis politik Hong Kong, reformasi struktural perekonomian Cina yang tak mulus, hingga wabah virus corona yang masih berpotensi mengganggu perekonomian global.

    Selanjutnya, perang antara Suriah dan Yaman juga akan mengganggu stabilitas ekonomi. Tak hanya itu, konflik regional Saudi-Iran dan AS-Iran, krisis politik Irak, dan konflik Israel-Palestina pun ditengarai turut menjadi sebab ekonomi global tak menentu. Terakhir, sejumlah kejadian di kawasan Asia Timur turut berkontribusi.

    Semisal, adanya potensi perang dagang Jepang-Korea Selatan, melemahnya pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur, hingga gangguan stabilitas keamanan akibat konflik dengan Korea. Sri Mulyani mengatakan, kendati banyak tantangan di 2020, ia yakin negara tetap dapat menjaga kondisi APBN pada level stabul.

    "Meski mengalami ketidakpastian, pertumbuhan kita juga masih akan di atas 5 persen. Inflasi pun dapat dikeloa dalam level rendah, yakni plus-minus 3 persen," ucap Sri Mulyani


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.