Virus Corona, Lion Air Diminta Kemenlu Evakuasi WNI dari Wuhan

Reporter

Petugas melakukan pemeriksaan pada pesawat Boeing 737 Batik Air yang tergelincir di landasan pacu Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, Kamis 20 Juni 2019. Pesawat tergelincir saat akan take off. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Lion Air Group membenarkan maskapai anggotanya yakni Batik Air akan membantu evakuasi WNI dari Wuhan, Cina. Evakuasi WNI akibat mewabahnya Virus Corona itu adalah permintaan dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

"Benar, Batik Air dengan pesawat A330," ujar Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat malam, 31 Januari 2020.

Edward juga menambahkan terkait operasi yang akan dijalankan, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut.

Menurut salinan surat permohonan izin Batik Air untuk charter flight kepada Kementerian Perhubungan yang diperoleh Antara, disebutkan bahwa maskapai tersebut diminta oleh Kementerian Luar Negeri untuk kebutuhan evakuasi WNI dari Kota Wuhan, Cina yang saat ini dilanda wabah virus corona.

Dalam surat itu disebutkan bahwa pesawat Batik Air jenis Airbus A330 akan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Indonesia menuju Wuhan, Cina pada Sabtu 1 Februari 2020 pukul 06.00 waktu setempat. Pesawat diperkirakan rencananya tiba di Wuhan, Tiongkok pukul 12.00 WIB.

Rencananya pesawat tersebut akan kembali dari Wuhan pada hari yang sama pukul 13.00 waktu setempat, dan akan mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam pukul 19.00 waktu setempat.

Surat permohonan izin charter flight bagi maskapai Batik Air untuk membantu evakuasi WNI tersebut dibuat pada Kamis 30 Januari 2020 dan ditandatangani oleh Direktur Utama Batik Air Capt. Achmad Lutfie.

Sebelumnya virus corona melumpuhkan kota Wuhan dan membuat warga, termasuk WNI terisolasi. Ada sebanyak 243 WNI yang tinggal di kota tersebut.

Sementara itu, sejumlah WNA lainnya yang bermukin di Wuhan dan kota di China lainnya telah dipulangkan, seperti Jepang yang telah memulangkan seluruh warganya ke negaranya.

Adapun Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah mengatakan bahwa sebanyak 243 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Provinsi Hubei, Cina akan dievakuasi sekali angkut dengan pesawat, menyusul makin merebaknya virus Corona.

"Sekali angkut dengan pesawat yang bisa mengangkut lebih dari 300 orang," ujar Faizasyah saat dihubungi Tempo pada Jumat malam, 31 Januari 2020.

Namun Faizasyah enggan menyebut maskapai penerbangan yang disewa pemerintah untuk mengangkut para WNI yang akan dievakuasi tersebut.






Lion Air Minta Maaf Setelah Pesawatnya Gagal Lepas Landas di Jambi

3 jam lalu

Lion Air Minta Maaf Setelah Pesawatnya Gagal Lepas Landas di Jambi

Sebanyak 152 penumpang mengalami keterlambatan jadwal akibat pesawat Lion Air rute Jambi-Jakarta gagal lepas landas.


Berikut Daftar Maskapai yang Pindah Terminal di Bandara Soetta Mulai 7 Desember

17 jam lalu

Berikut Daftar Maskapai yang Pindah Terminal di Bandara Soetta Mulai 7 Desember

AP II menyeimbangkan kapasitas terminal atau rebalancing capacity di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.


Gandeng Kemenlu, KPPU Akan Panggil Google dari California dan Singapura Soal Dugaan Monopoli

3 hari lalu

Gandeng Kemenlu, KPPU Akan Panggil Google dari California dan Singapura Soal Dugaan Monopoli

KPPU akan melayangkan surat pemanggilan ke kantor pusat Google di California dan Google Asia Pasifik di Singapura.


Shanghai Memperketat Pengamanan setelah Protes Antipembatasan Covid-19

6 hari lalu

Shanghai Memperketat Pengamanan setelah Protes Antipembatasan Covid-19

Tidak ada tanda-tanda protes baru antipembatasan Covid-19 pada hari Senin di Beijing atau Shanghai, China.


Lion Air Grup Kembali Minta Maaf, Cerita Kaesang Kesal Jadwal Penerbangannya Diubah

12 hari lalu

Lion Air Grup Kembali Minta Maaf, Cerita Kaesang Kesal Jadwal Penerbangannya Diubah

Lion Air meminta maaf atas keluhan dari salah satu penumpang yang tak lain adalah Putra Kedua Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.


ACT Disebut Hanya Keluarkan Rp 900 Juta dari Dana Rp 2 Miliar untuk Bangun Sekolah

12 hari lalu

ACT Disebut Hanya Keluarkan Rp 900 Juta dari Dana Rp 2 Miliar untuk Bangun Sekolah

Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) disebut melakukan pemotongan anggaran Boeing Community Investment Fund. Dalam penggunaannya tak libatkan ahli waris


Covid-19 di China Naik Lagi, Beijing Kembali Tutup Sekolah

13 hari lalu

Covid-19 di China Naik Lagi, Beijing Kembali Tutup Sekolah

Beijing kembali menutup sekolah setelah kasus Covid-19 kembali melonjak. China mencatat dua kematian pertama sejak Mei.


Acara Jokowi dan Pemimpin G20 di Hutan Mangrove Molor 1,5 Jam, Akibat Rapat Darurat NATO?

19 hari lalu

Acara Jokowi dan Pemimpin G20 di Hutan Mangrove Molor 1,5 Jam, Akibat Rapat Darurat NATO?

Kegiatan Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama pemimpin G20 di Taman Hutan Raya Ngurah Rai Denpasar, Bali, terpaksa molor 1 sampai 1,5 jam.


DKI Jakarta Penyumbang Kasus Covid-19 Tertinggi, 7 RT Masuk Zona Merah

19 hari lalu

DKI Jakarta Penyumbang Kasus Covid-19 Tertinggi, 7 RT Masuk Zona Merah

Dengan peningkatan kasus Covid-19 di Jakarta, jumlah RT zona rawan Covid-19 selama sepekan mengalami kenaikan.


ACT Tidak Pernah Laporkan Progres Progam Sosial dari Dana Bantuan Boeing

19 hari lalu

ACT Tidak Pernah Laporkan Progres Progam Sosial dari Dana Bantuan Boeing

Jaksa mengatakan, ACT tak pernah melaporkan progres penggunaan dana bantuan sosial Boeing senilai Rp 138 miliar.