Pemerintah Wacanakan Remajakan Pembangkit Tua Gunakan EBT

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara PLTU Tanjung Power Indonesia di Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan, Rabu 13 Maret 2019. PLTU ini ditargetkan mulai beroperasi di semester 1 tahun 2019. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Foto udara PLTU Tanjung Power Indonesia di Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan, Rabu 13 Maret 2019. PLTU ini ditargetkan mulai beroperasi di semester 1 tahun 2019. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah saat ini mewacanakan untuk melakukan peremajaan seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan  Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) tua agar bisa menggunakan bahan bakar lain dari Energi Baru Terbarukan (EBT).

    Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini membenarkan rencana tersebut guna merealisasikan komitmen perseroan dalam penggunaan EBT mencapai 23 persen pada lima tahun mendatang. "Kita memang  mendapat mandat untuk menaikan porsi EBT kita dari 12 persen menjadi 23 persen di tahun 2025," kata dia di Kantor Pusat PLN, Jakarta Selatan, Jumat, 31 Januari 2020.

    Kemudian untuk pembangkit listrik yang masih mengandalkan bahan bakar diesel (solar), akan digantikan dengan gas yang Zulkifli sebut sebagai proses gasifikasi. Ia mengatakan, dalam proyek konversi ini telah menggandeng Pertamina sebagai penyuplai bahan bakar.

    Namun ia mempunyai catatan, bagi daerah terpencil agak sulit dilakukan gasifikasi karena sifat gas yang mempunyai batasan dalam pengemasannya. Oleh karena itu PLN akan memutar otak guna mencari cara agar mendapatkan solusi yang tepat bagi wilayah terpencil.

    "Tapi mayoritas diesel kita akan konversi gas, kecuali di tempatnya yang skalanya ekonominya sangat kecil dan juga kemungkinan mentransportasi gas itu tidak mudah, itu mungkin akan kita carikan solusi lain tapi bukan berarti kita stop di situ, kita akan cari solusi yang lain untuk mengubah diesel di pulau kecil itu yang tidak mungkin melakukan koversi jadi gas, dan itu mungkin akan menjadi tadi PLTS surya, atau angin," ungkap Zulkifli.

    Ia mengungkapkan, telah bekerja sama dengan lembaga asing untuk membantu mencarikan solusi bagi pembangkit-pembangkit yang terletak pada wilayah terpencil. Sehingga ia berharap dalam beberapa bulan ke depan sudah bisa didapatkan hasil kajiannya dan segera diputuskan solusi apa yang tepat untuk daerah tersebut.

    "Mudah-mudahan dalam beberapa bulan ke depan sudah dapat rekomendasinya dan itu akan kami eksekusi untuk bisa mendukung penurunan dari impor bbm bagi pembangkit sudah barang tantu itu akan menurunkan CAD (current account deficit)," tuturnya.

    Adapun rencana pengkonversian pembangkit-pembangkit listrik tua itu dilontarkan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif yang  berencana ingin mengganti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) tua yang berusia lebih dari 20 tahun dengan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui investasi asing.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara