Bahas Lifting Minyak, Ahok Sambangi Luhut Sore Ini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Presiden Moeldoko usai melakukan pertemuan tertutup dengan Komisaris Utama di PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kantor Staf Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 14 Januari 2020. Moeldoko menegaskan akan mengawal kebijakan Jokowi untuk menurunkan harga migas. TEMPO/Subekti.

    Kepala Staf Presiden Moeldoko usai melakukan pertemuan tertutup dengan Komisaris Utama di PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kantor Staf Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 14 Januari 2020. Moeldoko menegaskan akan mengawal kebijakan Jokowi untuk menurunkan harga migas. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyambangi kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada Jumat sore, 31 Januari 2020. Ahok mengenakan batik biru-cokelat saat tiba di kantor kementerian pukul 16.45 WIB.

    Ahok datang untuk mengikuti rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Rapat itu beragendakan peningkatan lifting minyak bumi.

    Saat ditemui wartawan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu masih enggan memberikan keterangan. "Nanti saja ya," ujar Ahok.

    Agenda rapat itu direncanakan dimulai pukul 17.00 WIB. Namun, rapat tampaknya molor lantaran Luhut masih menggelar rapat dengan sejumlah pihak terkait pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

    Rapat kereta cepat itu turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Direktur Jenderal Kementerian Perhubungan Zulkifli, dan Direktur Utama Ketera Cepat Indonesia-Cina Chandra Dwiputra. Ada pula sejumlah perwakilan dari pemerintah Bandung.

    Ihwal lifting minyak, pada 2019 lifting tak mencapai 100 persen target atau hanya sebesar 82.179 BOPD. Angka itu setara dengan 99,6 persen dari target yang terdapat dalam APBN 2019.

    "Sedikit lagi dari target. Tinggal 0,4 persen sebenarnya," kata Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf dalam rapat dengar pendapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat Senin, 20 Januari 2020.

    Kemudian untuk lifting gas 2019 Pertamina EP berada di angka 750 MMFCFD. Jumlah tersebut mencapai 97,5 persen dari target APBN.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H