Diresmikan Jokowi, Ini 9 Hal Menarik dari Underpass Bandara YIA

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memasang sejumlah lampu di terowongan (underpass) Yogyakarta International Airport (YIA), Temon, Kulonprogo, DI Yogyakarta, Kamis, 23 Januari 2020. Underpass YIA yang dibangun dengan panjang 1,3 kilometer tersebut untuk mempertahankan ruas jalan nasional pantai selatan Jawa karena pembangunan bandara baru yang memotong ruas jalan penghubung Kabupaten Porworejo dengan DI Yogyakarta. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    Pekerja memasang sejumlah lampu di terowongan (underpass) Yogyakarta International Airport (YIA), Temon, Kulonprogo, DI Yogyakarta, Kamis, 23 Januari 2020. Underpass YIA yang dibangun dengan panjang 1,3 kilometer tersebut untuk mempertahankan ruas jalan nasional pantai selatan Jawa karena pembangunan bandara baru yang memotong ruas jalan penghubung Kabupaten Porworejo dengan DI Yogyakarta. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merampungkan konstruksi jalan bawah tanah atau underpass Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sesuai jadwal, underpass Bandara YIA ini akan diresmikan Jumat 31 Januari 2020 oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. 

    Berikut ini adalah sembilan beberapa fakta menarik dari underpass Bandara YIA:

    1. Ada Suara Menteri PUPR Basuki

    Bagi para pengendara yang melintas, akan bisa mendengar suara imbauan untuk menyalakan lampu. Uniknya pengisi suara itu tidak lain adalah Menteri PUPR Basuki Hadimujono yang mengingatkan, "Hati-hati, 40 km per jam. Nyalakan lampu."

     2. Underpass Terpanjang

    Jalan bawah tanah di Bandara YIA ini merupakan yang terpanjang di Indonesia dengan bentang 1,4 kilometer dan terdiri dari konstruksi terowongan (slab tertutup) sepanjang 1.095 meter. Underpass ini juga memiliki lebar 7,85 meter, clearance atas 5,2 meter dan samping 18,4 meter.

    Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Sugiyartanto mengatakan ini jalan bawah tanah itu merupakan yang terpanjang yang pernah dibangun oleh jajarannya.

    3.Waktu Konstruksi

    Pembangunan jalan bawah tanah ini terbilang singkat, hanya dalam waktu sekitar satu tahun yaitu November 2019-Desember 2019. Sejak 24 Januari, underpass Bandara YIA itu telah mulai memasuki tahap uji coba.

    4. Biaya Pembangunan

    Pembangunan underpass Bandara YIA itu menelan biaya sebesar Rp 293 miliar. Sumber dananya berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) / Sukuk Negara Tahun Anggaran 2018-2019.

    5.Terintegrasi dengan Bandara YIA

    Posisi underpass berada di bawah penghubung terminal 2 dan terminal 3 bandara YIA. Tersedia delapan pintu emergency exit. Di setiap jarak 250 meter dengan empat pintu di masing-masing jalur dengan dua arah ini. Pintu ini terhubung dengan kawasan Bandara YIA. 

    6. Dilengkapi Pompa Otomatis

    Untuk mengantisipasi terjadinya genangan air saat turun hujan, konstruksi underpass juga dilengkapi dengan rumah pompa dan dilapisi waterstop yang terbuat dari karet untuk beton dinding dan lantainya 

    "Ada sifat second safety dengan pompa, sesuai dengan desain rencana, kami alirkan ke sistem drainase yang menyatu dengan sistem drainase bandara, yang akan mengalir ke arah laut," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Sugiyartanto.

    7. Ornamen dengan Unsur Kearifan Lokal

    Agar lebih menarik, jalan bawah tanah tersebut juga dilengkapi ornamen dengan unsur seni dan budaya lokal dengan konsep Gerak Gumerah. Ornamen ini simbol karakter masyarakat Yogyakarta yang dinamis, optimis dan berkembang penuh semangat.  

    Pengendara yang melintasi jalan bawah tanah itu juga bisa melihat ornamen Kalamakara yang merupakan salah satu bentuk wajah raksasa dan diapit oleh relief wanita. Desain tersebut seringkali digunakan pada bagian atas pintu candi-candi Jawa.  

    8. Bagian dari Jalur Pansela

    Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Akhmad Cahyadi mengatakan underpass ini merupakan bagian dari Jalur Pantai Selatan (Pansela) Jawa. Pembangunannya dimaksudkan agar akses Jalan Nasional Pantai Selatan (Pansela) Jawa yang menghubungkan Purwokerto dan Yogyakarta tetap terbuka karena pembangunan Bandara Kulonprogo memotong jalan Pansela yang lama.

    9. Dorong Ekonomi Daerah

    Keberadaan underpass tersebut diharapkan dapat menunjang lalu lintas kendaraan menuju Bandara YIA. Selain itu, kehadirannya juga diharapkan bisa semakin mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara