Kementan Minta UPT Investigasi Laporan Kasus Penyakit Satwa Liar

Ilustrasi sup kelelawar. elitereaders.com

 
Fadjar berujar sampai saat ini belum diketahui pasti apakah virus corona bersumber dari hewan ternak, satwa liar, atau pun ikan. Namun, kata dia, bila ada bukti dari hewan ternak atau produknya maka akan dilakukan penutupan dari negara tertular sesuai tingkat risikonya. Beberapa waktu lalu, Kementan juga telah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mencegah penyebaran virus corona. 
 
"Hasil koordinasi tersebut menyampaikan bahwa Kementan bersama kementerian atau lembaga terkait dan dinas melaksanakan upaya-upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengendalian," ujar Fadjar. 
 
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) juga memperketat pengawasan impor ikan. Lewat Surat Edaran Kepala BKIPM bernomor SE No.276/BKIPM/I/2020, Rina mengatakan akan memastikan daftar ikan yang diimpor dari negara terjangkit sehat dan aman dikonsumsi. Untuk itu, ia ingin segera dilakukan pengujian terhadap ikan dan kemungkinannya terpapar virus corona.
 
Apabila telah dipastikan ikan sebagai media pembawa virus corona, BKIPM akan menghentikan sementara impor ikan dari negara-negara yang dicurigai terkena wabah. Kementerian, kata Rina, akan meminta konfirmasi dari Otoritas Kompeten Tiongkok atau General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC) terkait langkah pencegahan yang dilakukan. 
 
"Kami juga akan mewajibkan GACC memastikan produk dari Tiongkok sudah diuji dan bebas virus corona,” ujar Rina dalam keterangan resminya. 
 
Kepala Sub Direktortat Komunikasi dan Publikasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Deni Surjantoro mengatakan memastikan kewaspadaan baik secara internal dan eksternal untuk menekan penyebaran virus corona. Meskipun belum ada bukti bahwa penyebaran bisa terjadi lewat barang impor, Deni mengatakan lembaganya telah mengeluarkan instruksi kepada petugas di lapangan untuk menjalankan prosedur keamanan, seperti mengenakan sarung tangan, masker, dan alat pelindung lainnya. 
 
"Kami merujuk pernyataan Kemenkes hawa untuk barang tidak bisa jadi media berkembangnya virus corona karena barang mati," tutur Deni.
 
Adapun untuk prosedur makanan daging, atau buah, Ditjen Bea dan Cukai akan merujuk pada ketentuan yang sudah. Misalnya saja, untuk produk makanan harus ada sertifikat Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Selin itu, untuk produk hewan, ikan, atau pun tumbuhan harus ada sertifikat dari Badan Karantina. "Di setiap pelabuhan ada kantor katantina pelabuhan, nantinya juga dilakukan pengawasan ketat oleh Kemenkes, termasuk karantina manusia di pelabuhan," ujar Deni. 
 
Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan, per 29 Januari lalu setidaknya sudah 6.065 kasus, dengan 132 kematian di Cina. Adapun temuan di Cina sebanyak 5.997 kasus, sementara itu temuan lainnya terdapat penyebaran sebanyak 68 kasus di 15 negara, yaitu Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Singapura, Australia, Malaysia, Thailand, Nepal, Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Kamboja, Sri Lanka, Jerman, dan Uni Emirat Arab. 
 
 
 
 


KementanSatwa Liarvirus corona

Berita Selanjutnya

Artikel Terkait



Rekomendasi Berita

Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

17 jam lalu

Walikota New York Cabut Aturan Wajib Vaksin Covid-19

Kota New York tak lagi mewajibkan warganya untuk mendapatkan vaksin Covid-19.


Kementan Kembangkan Produksi Sawit dari Hulu ke Hilir

5 hari lalu

Kementan Kembangkan Produksi Sawit dari Hulu ke Hilir

Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mengembangkan produksi sawit dari hulu ke hilir.


Nasib Megaproyek Food Estate Humbang Hasundutan Usai Terbengkalai Ditinggalkan Petani

6 hari lalu

Nasib Megaproyek Food Estate Humbang Hasundutan Usai Terbengkalai Ditinggalkan Petani

Proyek food estate di Desa Siria-ria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, kini terbengkalai dan ditinggalkan para petani.


DPR Tuding Kementan Bohong Data Surplus Beras, Bapanas: Defisit 6 Bulan Terakhir

7 hari lalu

DPR Tuding Kementan Bohong Data Surplus Beras, Bapanas: Defisit 6 Bulan Terakhir

Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Sudin kembali mengungkit soal data surplus beras dari Kementerian Pertanian (Kementan).


Petani Food Estate Kekurangan Modal, Anak Buah Luhut Gencar Tawarkan 4 Skema Bagi Hasil ke Investor

7 hari lalu

Petani Food Estate Kekurangan Modal, Anak Buah Luhut Gencar Tawarkan 4 Skema Bagi Hasil ke Investor

Pemerintah gencar menggaet investor untuk menggarap food estate di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Begini skema bagi hasil yang ditawarkan.


Lahan Food Estate Dinilai Belum Subur sehingga Gagal Panen, Kementan: What Do You Expect?

8 hari lalu

Lahan Food Estate Dinilai Belum Subur sehingga Gagal Panen, Kementan: What Do You Expect?

Kementerian Pertanian (Kementan) tak menampik lahan food estate Humbang Hasundutan, Sumatera Utara belum optimal untuk ditanami komoditas hortikultura.


Target Pembukaan Lahan Food Estate Humbang Hasundutan 1.000 Hektare, Anak Buah Luhut Gencar Gaet Investor

8 hari lalu

Target Pembukaan Lahan Food Estate Humbang Hasundutan 1.000 Hektare, Anak Buah Luhut Gencar Gaet Investor

Pemerintah menargetkan pembukaan lahan hingga 1.000 hektare untuk megaproyek lumbung pangan atau food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan. Di lahan yang berbatasan dengan hutan lindung itu, sebanyak 215 hektare telah dibuka oleh Kementan.


Soal Food Estate Dinilai Gagal, Kementan: Pembukaan 215 Hektare Lahan Kurang dari 6 Bulan

8 hari lalu

Soal Food Estate Dinilai Gagal, Kementan: Pembukaan 215 Hektare Lahan Kurang dari 6 Bulan

Kementan terdesak untuk menyelesaikannya proyek food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan demi realisasi anggaran 2020 yang tak bisa loncat tahun.


Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan Jelaskan Hasil Evaluasinya

9 hari lalu

Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan Jelaskan Hasil Evaluasinya

Di tayangan video viral, tampak petani membuang hasil panennya lantaran harga jual tomat anjlok hingga menyentuh Rp 600 per kilogram.


Kementan Jelaskan Alasan Tak Lagi Beri Pendampingan pada Petani Food Estate

10 hari lalu

Kementan Jelaskan Alasan Tak Lagi Beri Pendampingan pada Petani Food Estate

Para petani food estate Humbang Hasundutan hanya diberi pendampingan di tahap awal. Kementan sebut pendampingan tak mungkin dilakukan terus menerus.