Bersua Tony Blair dan Masayoshi, Erick Thohir Bahas Ibu Kota Baru

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir dan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair. instagram.com/erickthohir

    Menteri BUMN Erick Thohir dan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair. instagram.com/erickthohir

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir baru saja bertemu dengan dewan pengarah ibu kota baru, yakni Tony Blair dan Masayoshi Son. Momen persamuhan itu ia bagikan dalam akun media sosial pribadinya, yakni Instagram, pada Jumat, 31 Januari 2020 siang ini.

    "Saya mendapatkan kesempatan berharga untuk berdiskusi mengenai rencana pembangunan ibu kota negara dengan Tony Blair dan Masayoshi Son," tulis Erick menandai keterangan foto yang ia bagikan.

    Dalam unggahan itu, ia membagikan dua foto. Pada potret pertama, Erick tampak berfoto dengan Tony Blair. Sedangkan dalam potret kedua, ia diapit oleh Blair dan Masayoshi.

    Erick mengatakan, dari diskusi tersebut, ia memperoleh banyak inspirasi. Ide-ide segar ini pun akan diwujudkan dalam pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur.

    Tony Blair adalah mantan Perdana Menteri Inggris. Sedangkan Masayoshi Son saat ini merupakan CEO SoftBank Corp, perusahaan telekomunikasi asal Jepang.

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah bersepakat mengajak Blair menjadi dewan pengarah ibu kota baru. Blair dipastikan telah bersedia. "Kami ingin ada figur internasional," kata Luhut saat itu. 

    Ihwal Masayoshi, Luhut menyatakan bahwa SoftBank berniat menyuntik dana segar untuk pembangunan ibu kota baru. Nilai investasi yang ditawarkan tersebut awalnya mencapai US$ 100 miliar. "Dia (CEO Softbank Masayoshi Son) mendesak saya terus. Dia mau investasi sampai US$ 100 miliar. Bagi saya ini too good to be true," ujar Luhut. 

    Menurut Luhut, nilai investasi yang ditawarkan Jepang tersebut terlalu besar. Ia mengatakan sejatinya nilai investasi US$ 25 miliar sudah cukup lantaran saat ini perancanga pemindahan ibu kota sudah berjalan. 

    Untuk membahas kelanjutan minat penanaman modal di ibu kota baru, Luhut mengakui Masayoshi telah berkomunikasi secara intens dengannya. Komunikasi dengan bos SoftBank itu dilakukan melalui telepon dan telekonferensi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara