Ganjar: Industri Aviasi Akan Tanam Modal di Jawa Tengah Tahun Ini

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menemukan sebab terjadinya banjir saat sidak beberapa lokasi banjir di Brebes, Selasa (14/1) siang.

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang aviasi berniat menanamkan modal di Provinsi Jawa Tengah tahun ini. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku telah menjalin komunikasi dengan penanam modal tersebut secara intensif.

"Amdalnya (analisis dampak lingkungan) sudah selesai minggu lalu. Rencananya terealisasi tahun ini," ujar Ganjar saat ditemui seusai menjadi pembicara dalam acara Katadata Indonesia Data dan Economic Forum 2020 di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu, 30 Januari 2020.

Ganjar menjelaskan perusahaan asal Tanah Air tersebut saat ini tengah menentukan lokasi pembangunan pabrik baru. Namun, lokasi pembangunan untuk pabrik tersebut belum dijelaskan lebih jauh. Ia juga belum berkenan merincikan nama perusahaan serta nilai investasi yang akan dikucurkan.

Selain industri di bidang aviasi, Jawa Tengah dalam waktu dekat akan menerima investasi dari industri alat berat. Menurut Ganjar, angka penanaman modal itu cukup fantastis. Saat ini, perusahaan tengah mengurus proses perizinan di pemerintah provinsi.

Ganjar menjelaskan, pemerintah Jawa Tengah memang tengah menggenjot realisasi investasi untuk mengerek pertumbuhan ekonomi. Tahun lalu, hingga triwulan III, realisasi investasi di Jawa Tengah tercatat mencapai 99,6 persen dari target atau sebesar Rp 47,24 persen.

Realisasi investasi ini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi sebesar 5,62 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang hanya 5,05 persen. Adapun realisasi investasi pada tahun sebelumnya, yakni sepanjang triwulan I hingga IV 2018, tercatat sebesar 126 persen atau Rp 59,27 triliun.

Berdasarkan sektornya, realisasi investasi sepanjang tahun lalu didominasi oleh industri listrik, gas, dan dair dengan nilai modal US$ 8,34 miliar. Adapun industri makanan tercatat menempati posisi kedua dengan nilai investasi US$ 1,15 miliar. Sektor lain adalah perumahan, kawasan industri, dan perkantoran; sektor jasa; serta industri tekstil.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini telah menentukan empat kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan industri untuk menggairahkan investasi. Pertama wilayah Bregasmalang dan Petanglog yang menampung potensi industri perikanan dan rumput laut, tekstil, batik, logam, furnitur, pengolahan ikan, serta jasa dan perdagangan.

Kedua ialah Kota Semarang. Semarang sebagai ibu kota provinsi dan pusat pertumbuhan ekonomi utama Jawa Tengah akan menampung potensi industri perikanan. Selain itu, tekstil, logam, furnitur, pengolahan ikan, dan jasa perdagangan.

Ketiga adalah wilayah Barlingmascakeb, Purwomanggung, Subosukowonosraten, Banglor, dan Wanarakuti. Wilayah ini akan berpotensi menampung industri perikanan, perkebunan, pasir besi, minyak, dan gas. Selanjutnya, batik, logam, furnitur, perdagangan, dan pariwisata.

Kemudian, keempat, Ganjar mengungkapkan lokasi industri akan dititikkan di Kedungsepur. Wilayah ini merupakan kawasan transit atau pengumpul perdagangan serta jasa dari wilayah barat dan timur Jawa serta pulau lainnya.






Sandiaga Bikin 100 Paket Wisata Agar Orang Indonesia Tak Liburan ke Luar Negeri saat Nataru

2 jam lalu

Sandiaga Bikin 100 Paket Wisata Agar Orang Indonesia Tak Liburan ke Luar Negeri saat Nataru

Sandiaga berharap paket wisata ini membuat para wisatawan Nusantara memilih melancong ke dalam negeri ketimbang luar negeri.


Sebut Kenaikan UMP 2023 Tak Pengaruhi Iklim Investasi RI, BPKM: Sudah Dihitung

3 jam lalu

Sebut Kenaikan UMP 2023 Tak Pengaruhi Iklim Investasi RI, BPKM: Sudah Dihitung

Menurut dia, kenaikan UMP sudah dihitung sedemikian rupa, termasuk bersama investor.


Amerika Diprediksi Alami Resesi 2023, Anak Buah Bahlil: Investasi Bisa Melemah

3 jam lalu

Amerika Diprediksi Alami Resesi 2023, Anak Buah Bahlil: Investasi Bisa Melemah

BKPM memprediksi laju investasi akan melambat dengan tantangan resesi ke depan.


Indef Ungkap Penyebab Investasi di Startup Digital Kian Lesu

7 jam lalu

Indef Ungkap Penyebab Investasi di Startup Digital Kian Lesu

Tren penurunan investasi di sektor teknologi digital, termasuk startup, tidak terlepas dari kebijakan The Fed soal tren kenaikan suku bunga acuan.


Ganjar Ajak Liburan Akhir Tahun di Dalam Negeri, Tawarkan Wisata Wali Songo dan Jeep Solo

8 jam lalu

Ganjar Ajak Liburan Akhir Tahun di Dalam Negeri, Tawarkan Wisata Wali Songo dan Jeep Solo

Potensi pergerakan nasional pada liburan akhir tahun adalah 22,4 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau sebanyak 60,6 juta orang.


Ganjar Pranowo Ungkap Pentingnya Medsos untuk Komunikasi Langsung dengan Rakyat

10 jam lalu

Ganjar Pranowo Ungkap Pentingnya Medsos untuk Komunikasi Langsung dengan Rakyat

Ganjar Pranowo mengungkap pentingnya penggunaan media sosial bagi pemimpin masa kini untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.


Diduetkan dengan Ganjar Pranowo, Erick Thohir: Saya Bukan Orang Partai

23 jam lalu

Diduetkan dengan Ganjar Pranowo, Erick Thohir: Saya Bukan Orang Partai

Erick Thohir merespon isu soal dirinya akan disandingkan dengan Ganjar Pranowo oleh Partai Amanat Nasional dalam Pilpres 2024.


Elektabilitas Prabowo Subianto Menurun, Ini Penjelasan Gerindra

1 hari lalu

Elektabilitas Prabowo Subianto Menurun, Ini Penjelasan Gerindra

Gerindra menyatakan Prabowo Subianto masih belum berkampanye seperti capres lainnya karena masih sibuk sebagai Menteri Pertahanan.


Ganjar Pranowo Disarankan Turunkan Sekoci Politik Agar Pencapresan Semakin Mudah

1 hari lalu

Ganjar Pranowo Disarankan Turunkan Sekoci Politik Agar Pencapresan Semakin Mudah

Ganjar Pranowo dinilai harus mulai menurunkan sekoci politiknya dan tak menunggu restu dari PDIP jika ingin maju pada Pilpres 2024.


Pengamat Sebut 2 Faktor Penentu Kemenangan Ganjar, Prabowo, hingga Anies

1 hari lalu

Pengamat Sebut 2 Faktor Penentu Kemenangan Ganjar, Prabowo, hingga Anies

Agung Baskoro, menyebut Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, hingga Anies Baswedan perlu berebut restu dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi