2020, OJK Targetkan Pertumbuhan Kredit Perbankan Capai 11 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Otoritas Jasa Keuangan

    Otoritas Jasa Keuangan

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan tahun ini mencapai 11 persen. “Pertumbuhan kredit totalnya 11 plus minus 1 persen untuk semuanya,” kata Anggota Dewan Komisioner OJK Ahmad Hidayat saat berbicara di pertemuan tahunan industri jasa keuangan Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, Kamis, 30 Januari 2020.

    Ahmad mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan tahun 2019 sebesar 6,08 persen, sementara pada 2018 menembus 11,8 persen year on year. “Pencapaian 2019 memang tidak sebagaimana yang diharapkan. Ada sedikit angka di bawah target,” kata dia.

    Pertumbuhan kredit perbankan tahun 2019 didominasi oleh Bank Buku IV tumbuh 7,8 persen, kendati turun dibandingkan tahun 2018 yakni 12,3 persen. Bank Buku III tumbuh 2,4 persen, bank Buku II 8,4 persen, bank Buku I 6,4 persen.

    Bank BUMN mencatatkan pertumbuhan kredit terbesar yakni 8,5 persen, kendati lebih rendah dibanding tahun 2018 yang mencatatkan pertumbuhan 14,1 persen. Pertumbuhan kredit bank umum swasta nasional tumbuh 4,3 persen, juga turun dibandingkan tahun 2018 9,4 persen. Bank BPD tumbuh 10,2 persen, naik dibandingkan tahun 2019 8 persen.

    OJK mencatat pertumbuhan kredit di perbankan di topang oleh sektor konstruksi yang tumbuh 14,61 persen, disusul sektor rumah tanggal yang tumbuh 6,95 persen. Kredit investasi juga mencatatkan angka 13,18 persen.

    Adapun profil kredit dinilai OJK masih terjaga. Rasio NPL perbankan misalnya masih relatif rendah yakni 2,5 persen, kendati naik dibandingkan tahun 2018 yang mencatatkan rasio 2,4 persen. Selanjutnya proporsi CAR perbankan 23,3 persen, serta LDR 93,6 persen, serta Net Interest Margin turun menjadi 4,9 persen, rata-rata suku bunga kredit turun menjadi 10,5 persen,

    Ahmad mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan di Jawa Barat tahun 2019 mencatatkan angka rata-rata di atas nasional yakni 7,03 persen. Sebaliknya rasio NPL, di atas rata-rata nasional yakni 3,18 persen. “Ini angka yang perlu kita cermati,” kata dia.   

    Lebih jauh Ahmad mengatakan, secara umum OJK optimis stabilitas sektor perbankan tetap terjaga. “Mengingat pertumbuhan kredit masih berhati-hati dengan ruang likuiditas yang semakin menyempit namun risiko kredit terjaga dengan baik yang ditunjukkan oleh NPL yang rendah,” kata dia.

    OJK tahun ini juga akan mendorong secara bertahap peningkatan modal minimum serta percepatan konsolidasi baik bank konvensional, maupun syariah. Selain itu OJK juga mendorong digitalisasi produk dan layanan keuangan dengan mempermudah perizinan.

    “Layanan keuangan berbasis digital seperti digital banking, open banking dan insurtech, serta terus mengembangkan pengaturan dan pengawasan berbasis teknologi atau yang disebut dengan suptech atau supervisory technology untuk mendukung early warning dan forwardlooking supervision,” kata Ahmad.

    Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat Triana Gunawan mengatakan, profil risiko kredit di Jawa Barat masih relatif terjaga. Likuiditas perbankan diklaim masih optimal dengan rasio LDR perbankan di Jawa Barat berada di angka 92,06 persen, disertai pertumbuhan positif dana pihak ketiga sebesar 8,35 persen.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, literasi keuangan masih menjadi tantangan di Jawa Barat. “Kami mendorong literasi supaya gak banyak korban tipu-tipu, baik investasi atau organisasi yang gak jelas. Salah satunya dengan penguatan-penguatan, dengan edukasi, dan literasi,” kata dia, Kamis, 20 Januari 2020.

    Ridwan Kamil mengatakan, masih rendahnya literasi keuangan tersebut menyebabkan masih banyak warga Jawa Barat yang terjerat rentenir. Ia menyebutkan masih banyak warga yang menyebutkan lebih mudah memperoleh pinjaman uang lewat rentenir, dan masih segan datang ke bank. “Kalau mau menghabiskan rentenir, industri keuangan harus jemput bola. Harus berani berinvestasi dengan bawa alat-alatnya mendatangi masyarakat on the spot,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.