Sri Mulyani Soroti Investasi Jeblok di Sektor Manufaktur

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Bank Dunia di Energy Building, SCBD, Jakarta, Kamis, 30 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan ada masalah utama dalam realisasi investasi di sektor manufaktur. Hal ini harus segera diperbaiki agar bisa efektif meningkatkan penciptaan lapangan kerja.

Ia menyebutkan perlu ada solusi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah untuk perbaikan investasi dan lapangan kerja. "Agar resource yang ada bisa diterjemahkan menjadi penciptaan lapangan kerja yang baik," ujar Sri Mulyani, Kamis, 30 Januari 2020.

Pernyataan Sri Mulyani itu merujuk data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) soal investasi di sektor manufaktur yang tercatat menurun dalam 3 tahun berturut-turut. Secara historis, realisasi investasi pada sektor manufaktur sempat mencapai puncaknya pada tahun 2016 dengan nominal mencapai Rp 335,8 triliun.

Namun setelah tahun tersebut, investasi pada sektor manufaktur terus jeblok. Data teranyar menyebutkan sepanjang tahun 2019, realisasi investasi di sektor tersebut hanya sebesar Rp 216 triliun.

Lebih jauh Sri Mulyani menyebutkan, penciptaan lapangan kerja perlu terus dikebut terutama seiring dengan semakin meningkatnya jumlah angkatan kerja yang membutuhkan lapangan pekerjaan.

Pada tahun 2020 pemerintah menargetkan realisasi investasi mencapai Rp 886 triliun dengan Rp 246,3 triliun di antaranya diharapkan berasal sektor manufaktur. Dalam Rancangan RPJMN 2020-2024, realisasi investasi pada sektor manufaktur diharapkan melonjak hingga sebesar Rp 825 triliun.

Dengan kenaikan realisasi investasi di sektor manufaktur itu, Sri Mulyani berharap kontribusi sektor tersebut terhadap PDB bisa mencapai 21 persen pada 2024 mendatang. Pemerintah sebelumnya dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2020 telah mematok target penciptaan lapangan kerja mencapai 2,7 juta hingga 3 juta dengan laju pertumbuhan PDB per tenaga kerja mencapai 3-4 persen.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia sebelumnya mengungkapkan sejumlah fakta yang terjadi pada kinerja investasi di masa lalu. Saat pertama kali ditunjuk sebagai Kepala BKPM oleh Presiden Joko Widodo pada Oktober 2019 lalu, ia menemukan ada Rp 708 triliun investasi yang mangkrak.

Padahal saat itu, realisasi investasi di Indonesia baru mencapai Rp 601 triliun dari target yang dipatok Rp 792 trilun. Menurut Bahlil, investasi itu mandek karena tidak ditindaklanjuti oleh kementerian atau lembaga terkait. "Jadi dulu soal investasi itu, BKPM Indonesia tahu kapan mau mulai, tapi enggak tahu kapan mengakhiri."

BISNIS | FRANCISCA CHRISTY

 





Sebut Kenaikan UMP 2023 Tak Pengaruhi Iklim Investasi RI, BPKM: Sudah Dihitung

3 jam lalu

Sebut Kenaikan UMP 2023 Tak Pengaruhi Iklim Investasi RI, BPKM: Sudah Dihitung

Menurut dia, kenaikan UMP sudah dihitung sedemikian rupa, termasuk bersama investor.


Amerika Diprediksi Alami Resesi 2023, Anak Buah Bahlil: Investasi Bisa Melemah

3 jam lalu

Amerika Diprediksi Alami Resesi 2023, Anak Buah Bahlil: Investasi Bisa Melemah

BKPM memprediksi laju investasi akan melambat dengan tantangan resesi ke depan.


Indef Ungkap Penyebab Investasi di Startup Digital Kian Lesu

7 jam lalu

Indef Ungkap Penyebab Investasi di Startup Digital Kian Lesu

Tren penurunan investasi di sektor teknologi digital, termasuk startup, tidak terlepas dari kebijakan The Fed soal tren kenaikan suku bunga acuan.


Sri Mulyani Kunjungi Tambang Freeport: Terbesar Milik Indonesia Saat Ini

1 hari lalu

Sri Mulyani Kunjungi Tambang Freeport: Terbesar Milik Indonesia Saat Ini

Sri Mulyani mendatangi Tambang Grasberg pada akhir pekan, Ahad, 4 Desember 2022. Ia bercerita melihat langsung salah satu tambang emas terbesar itu.


KEK Nongsa Batam Resmi Beroperasi, Pengelola Bisa Undang Investor Masuk

2 hari lalu

KEK Nongsa Batam Resmi Beroperasi, Pengelola Bisa Undang Investor Masuk

Pengelola KEK Nongsa Batam sudah bisa mengundang investor untuk masuk dan mengembangkan kegiatan yang ada di dalamnya.


Sri Mulyani Beberkan Tantangan Global di 2023: Bisa Jadi Turning Point kalau Perang Berhenti

3 hari lalu

Sri Mulyani Beberkan Tantangan Global di 2023: Bisa Jadi Turning Point kalau Perang Berhenti

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan ada sejumlah tantangan yang harus pengusaha Indonesia hadapi memasuki tahun 2023.


Sandiaga Bertemu Menteri Pariwisata Arab Saudi, Salah Satunya Bahas Kereta Gantung di...

3 hari lalu

Sandiaga Bertemu Menteri Pariwisata Arab Saudi, Salah Satunya Bahas Kereta Gantung di...

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berharap pemerintah Arab Saudi bisa berinvestasi di Indonesia terutama di bidang infrastruktur par


21 Negara Uni Eropa Tertarik Investasi di IKN Mulai dari Italia, Polandia, Belgia, ..

3 hari lalu

21 Negara Uni Eropa Tertarik Investasi di IKN Mulai dari Italia, Polandia, Belgia, ..

Ketertarikan tersebut terlihat dari hasil pertemuan Otorita IKN dengan perwakilan dari 21 negara Uni Eropa sebelumnya.


Begini 7 Tahapan Pengadaan Utang Luar Negeri

3 hari lalu

Begini 7 Tahapan Pengadaan Utang Luar Negeri

Utang luar negeri adalah setiap pembiayaan melalui utang dari pemberi pinjaman yang diikat suatu perjanjian pinjaman dan harus kembali sesuai persyaratan


Target Pertumbuhan Ekonomi RI 2023 5,3 Persen, Sri Mulyani: Sangat Ambisius

3 hari lalu

Target Pertumbuhan Ekonomi RI 2023 5,3 Persen, Sri Mulyani: Sangat Ambisius

Sri Mulyani optimistis perekonomian Indonesia bebas resesi.