Dongkrak Investasi Asing di Sektor Properti, Ini Usul REI

Reporter

Editor

Rahma Tri

Sektor Properti Bakal Meredup Tahun Ini

TEMPO.CO, Jakarta - Realisasi investasi asing di sektor selama tahun 2019 tercatat menurun sekitar 30 persen. Karena itu, untuk menggairahkan kembali investasi di bisnis properti, asosiasi pengembang meminta dukungan penuh dari pemerintah.

Wakil Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) bidang Hubungan Luar Negeri Rusmin Lawin, mengatakan masih banyak hal yang perlu dibenahi oleh pemerintah untuk membuat pasar properti Indonesia menarik di mata investor asing.

Rusmin menyatakan bahwa pengusaha properti sebenarnya mendukung langkah yang dilakukan pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan rencana penerbitan Undang-Undang Omnibus Law.

Selain omnibus law, kebijakan lain yang diharapkan bisa segera diterbitkan oleh pemerintah ialah penyederhanaan pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di daerah. "Kalau dengan rencana omnibus law kami yakin bisa memberantas kendala dari regulasi yang selama ini ada. Namun, IMB ini sangat lambat di tingkat Kabupaten/Kota, karena secara prinsip dari BKPM sendiri pelayanannya sudah sangat cepat, tetapi begitu urusan IMB bisa sampai setahun atau dua tahun," ujar Rusmin kepada Bisnis, Kamis 30 Januari 2020.

REI berharap RUU Omnibus Law bisa segera rampung dan segera diimplementasikan di bidang properti. Sebab, investor melihat potret ekonomi dan investasi Indonesia dari sisi makroekonomi, sehingga seluruh aturan harus terlebih dulu saling bersinergi.

Data realisasi investasi kuartal IV/2019 yang dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan Penanaman Modal Asing (PMA) di sektor properti yang masuk ke Indonesia sepanjang 2019 mencapai US$ 2,88 miliar dengan jumlah 1.313 proyek. Realisasi investasi asing tersebut menurun jika dibandingkan angka pada 2018 yang nilainya tercatat mencapai US$ 4,30 miliar untuk 941 proyek. 

BISNIS

 





Sebut Harga Tiket Kereta Cepat Terlampau Murah, Ekonom: Jadi Beban Berkepanjangan

8 jam lalu

Sebut Harga Tiket Kereta Cepat Terlampau Murah, Ekonom: Jadi Beban Berkepanjangan

Ekonom menilai proyek kereta cepat akan menjadi beban bagi Indonesia dalam jangka panjang karena harga tiket yang dijual terlampau murah.


OPEC Perkirakan Industri Migas Global Butuh Investasi USD 12 Triliun pada 2045

1 hari lalu

OPEC Perkirakan Industri Migas Global Butuh Investasi USD 12 Triliun pada 2045

OPEC melakukan kajian World Oil Outlook 2022 di Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) beberapa waktu lalu.


Bank sentral Cina Terbitkan Kebijakan untuk Dukung Sektor Properti

1 hari lalu

Bank sentral Cina Terbitkan Kebijakan untuk Dukung Sektor Properti

Bank sentral Cina berharap bisa meningkatkan sentimen pasar terhadap sektor properti yang terlilit utang dan berpindah dari krisis ke krisis.


SKK Migas Pede Target Investasi USD 13,2 Miliar pada 2022 Tercapai

1 hari lalu

SKK Migas Pede Target Investasi USD 13,2 Miliar pada 2022 Tercapai

Kemal mengatakan, biasanya SKK Migas memasang target investasi antara US$ 10-11 miliar. Namun, tahun ini, target itu naik.


Jumlah Investor Milenial di Pasar Modal Terus Tumbuh, UOB Gelar Wealth Fair 2022

1 hari lalu

Jumlah Investor Milenial di Pasar Modal Terus Tumbuh, UOB Gelar Wealth Fair 2022

President Director UOB Indonesia Hendra Gunawan mengatakan pameran tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat yang ingin berinvestasi.


Properti The Maj Milik Gita Wirjawan di Bandung Dilelang Rp 314 Miliar

2 hari lalu

Properti The Maj Milik Gita Wirjawan di Bandung Dilelang Rp 314 Miliar

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. melelang aset berupa properti megah bernama The Maj Collection Hotel and Residences


Dubai Ikut Kecipratan Dampak Positif Piala Dunia 2022

2 hari lalu

Dubai Ikut Kecipratan Dampak Positif Piala Dunia 2022

Dubai ikut kecipratan dampak positif perhelatan Piala Dunia 2022 karena lokasinya dekat dengan Qatar.


Airlangga Buka Peluang Revisi Regulasi untuk Mendorong Industri Migas

2 hari lalu

Airlangga Buka Peluang Revisi Regulasi untuk Mendorong Industri Migas

Airlangga Hartarto meminta agar SKK Migas melakukan langkah-langkah agar situasi iklim investasi maupun insentif bisa lebih baik di industri migas.


Produksi Migas Menurun, Airlangga: SKK Migas Harus Bikin Situasi Investasi Lebih Baik

2 hari lalu

Produksi Migas Menurun, Airlangga: SKK Migas Harus Bikin Situasi Investasi Lebih Baik

TEMPO.CO, Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa produksi minyak dan gas (migas) di Indonesia terus menurun. Dia meminta agar SKK Migas melakukan langkah-langkah agar situasi iklim investasi maupun insentif bisa lebih baik.


Realisasi Investasi di Jakarta Selatan Rp 53,59 Triliun, Lampaui Target Tahun 2022

2 hari lalu

Realisasi Investasi di Jakarta Selatan Rp 53,59 Triliun, Lampaui Target Tahun 2022

Target realisasi investasi di Jakarta Selatan pada 2022 ditetapkan sebesar Rp 46 triliun. Saat ini sudah Lampaui