Dalam Dua Tahun, Astra Ingin Bangun 150 Km Jalan Tol

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (dua dari kiri) mengecek pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek di KM 13, Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 22 September 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (dua dari kiri) mengecek pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek di KM 13, Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 22 September 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Director of PT Astra Internasional Tbk. Paulus Bambang mengatakan perseroan akan melanjutkan investasi di jalan tol. Saat ini kata dia, Astra telah berinvestasi di 350 KM jalan tol

    "Saya personality target kalau bisa tahun depan sudah 500 km. Target berarti 150 km dalam dua tahun ini harapannya," kata Paulus di Kempinski, Jakarta, Kamis, 30 Januari 2020.

    Dia mengatakan strategi untuk mencapai target itu dengan melakukan akuisisi. "Strateginya tidak hanya kita sendiri, sekarang kan kita punya banyak partner, jadi kita lebih banyak berpartner lah," ujarnya.

    Menururt Paulus, Astra dalam waktu dekat ini berminat berinvestasi ke jalan tol, pelabuhan, dan properti.

    "Kami juga kembangkan sea port ini yang harus kita balance, tidak semua di tol. Tapi properti juga dikembangkan," ujar dia.

    Astra Infra juga masih mengincar akuisisi ruas baru untuk menggenapkan target portofolio jalan tol sepanjang 500 kilometer. CEO Tollroad Business Group Astra Infra Krist Ade Sudiyono mengatakan saat ini portofolio jalan tol telah mencapai 350 kilometer, terbagi di lima ruas operasi dan satu ruas konstruksi.

    Dia menambahkan, hingga 2020, pihaknya tetap mengincar tambahan ruas-ruas baru lewat akuisisi.

    Krist tidak mengungkapkan ruas mana yang tengah diincar. Namun, dia menyebut, peluang akuisisi akan tetap terbuka selama ada pihak yang siap melego kepemilikan sahamnya di perusahaan tol.

    "Kami juga fokus pada portofolio manajemen untuk memperbaiki (kinerja) aset existing.  Beberapa ruas kami (kinerjanya) sudah bagus dan tidak menggerus equity. Kami harap tahun depan secara konsolidasi bisa positif," jelas Krist kepada Bisnis, pekan lalu.

    HENDARTYO HANGGI | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.