Kerja Sama Kilang Pertamina-Italia Batal karena Masalah Sawit

Reporter

Editor

Rahma Tri

Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, 9 Desember 2019. Tempo/Friski Riana

TEMPO.CO, Jakarta - Kerja sama pengembangan kilang hijau (green refinery) yang tadinya akan dilakukan PT Pertamina (Persero) bersama perusahaan migas asal Italia, ENI, batal. Pembatalan dilakukan karena ENI mendapat teguran dari pemerintah Italia yang melarang perusahaan tersebut memakai minyak sawit mentah atau CPO Indonesia, karena dianggap tidak ramah lingkungan.

"Dalam perjalanannya, ada penolakan CPO kita di Eropa, ENI maju-mundur karena ada keharusan terapkan sertifikat yang diterapkan internasional. Dan sebagian besar produsen CPO kita belum penuhi itu," kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati  pada rapat bersama Komisi VII DPR RI, di gedung parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 29 Januari 2020.

Adapun salah satu sertifikat penting yang biasanya harus dimiliki badan usaha yang menggunakan kelapa sawit untuk green refinery adalah International Sustainability and Carbon Certification (ISCC).

Nicke menjelaskan, bahwa penolakan CPO Indonesia ini terjadi saat Pertamina dan ENI akan melakukan co-processing pada kilang yang berada di Milan, Italia. Akibatnya, lokasi pengujian pun dipindah ke Kilang Plaju.

"Jadi langsung bangun di Plaju. Tapi ENI dapat teguran dari pemerintahnya (Italia)," ungkap Nicke.

Nicke pun dibuat heran dengan keputusan pemerintah Italia yang mendiskriminasi CPO Indonesia. Sebab, semua hasil dan produksi kilang itu dipakai di dalam negeri sendiri. "Padahal logikanya kebun di Indonesia, jadi aspek lingkungan kita yang kena, diproses dan digunakan di Indonesia, tapi ENI tetapkan itu. Jadi putuslah dengan ENI," ungkapnya.

Sebagai gantinya, Nicke mengungkapkan, Pertamina  langsung menjalin kerja sama dengan UOP, yakni perusahaan asal Amerika Serikat yang telah memiliki sertifikasi teknologi untuk produksi green diesel berbahan baku CPO. "Kami bangun sendiri dan kerja sama langsung dengan UOP. Dan ENI kemarin kena penalti karena masih pakai CPO Indonesia," ujar Nicke.

Nicke menuturkan, green refinery Pertamina yang rencananya akan dibangun nanti memiliki kapasitas produksi mencapai 1 juta kiloliter per tahun. Adapun kapasitas pengolahan CPO mencapai 20 ribu barel per hari. Satu unit kilang di antaranya direncanakan sudah dapat beroperasi  pada 2024.

EKO WAHYUDI






Fraksi PSI DPRD DKI Pertemukan Warga dan Pertamina, Perjelas Status Tanah di Pancoran

8 jam lalu

Fraksi PSI DPRD DKI Pertemukan Warga dan Pertamina, Perjelas Status Tanah di Pancoran

Fraksi PSI DPRD DKI mempertemukan warga dengan PT Pertamina hari ini. Mediasi tersebut untuk memperjelas status tanah di Jalan Pengadegan, Pancoran


RI Sulit Impor Minyak Rusia, Energy Watch: Ada Ancaman dari Amerika dan Sekutunya

8 jam lalu

RI Sulit Impor Minyak Rusia, Energy Watch: Ada Ancaman dari Amerika dan Sekutunya

Kebijakan pembatasan harga sejatinya tak menutup kesempatan Indonesia mengimpor minyak Rusia.


KPK Akan Tahan Tersangka Kasus Korupsi LNG Pertamina Akhir Tahun Ini

19 jam lalu

KPK Akan Tahan Tersangka Kasus Korupsi LNG Pertamina Akhir Tahun Ini

KPK menyatakan telah menetapkan enam tersangka dalam kasus korupsi LNG Pertamina.


Shell Ungkap Alasan Harga BBM SPBU Swasta Lebih Mahal dari Pertamina

1 hari lalu

Shell Ungkap Alasan Harga BBM SPBU Swasta Lebih Mahal dari Pertamina

Shell Indonesia mengungkapkan alasan harga BBM (bahan bakar minyak) SPBU swasta lebih mahal dari Pertamina. Kira-kira apa penyebabnya?


Harga BBM NonSubsidi di SPBU Swasta Lebih Mahal, Shell Jelaskan Sebabnya

2 hari lalu

Harga BBM NonSubsidi di SPBU Swasta Lebih Mahal, Shell Jelaskan Sebabnya

Sejumlah SPBU, termasuk swasta, menaikkan harga BBM nonsubsidi mulai awal Desember 2022.


Cerita Supir Truk Bingung Pakai HP Jadul Saat Pertamina Jual Solar Subsidi dengan QR Code

3 hari lalu

Cerita Supir Truk Bingung Pakai HP Jadul Saat Pertamina Jual Solar Subsidi dengan QR Code

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan 1 Desember 2022 mulai melakukan uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar dengan QR Code


Pertamina International Shipping Kerja Sama dengan NYK, Perluas Market LNG

4 hari lalu

Pertamina International Shipping Kerja Sama dengan NYK, Perluas Market LNG

Kerja sama Pertamina dan NYK mencakup investasi dan kolaborasi bisnis strategis untuk memperluas cakupan pasar LNG internasional.


Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Per Desember 2022 di 34 Provinsi

4 hari lalu

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Per Desember 2022 di 34 Provinsi

Kenaikan harga BBM ini terjadi pada bahan bakar non-subsidi.


Harga Referensi CPO Turun, Kemendag: Dipicu Kenaikan Kasus Covid-19

4 hari lalu

Harga Referensi CPO Turun, Kemendag: Dipicu Kenaikan Kasus Covid-19

Harga CPO turun US$ 2,26 atau 0,27 persen dari periode 16 hingga 30 November 2022, yaitu US$ 826,58 per metrik ton (MT).


Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Per 1 Desember 2022

5 hari lalu

Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Per 1 Desember 2022

Tiga perusahaan SPBU menaikkan harga BBM, yakni Pertamina, Shell, dan BP. Harga di SPBU Vivo belum berubah.