BRI Targetkan Porsi Kredit UMKM Jadi 80 Persen pada 2022

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Bank BRI yang baru Sunarso (tengah) bersama direksi dan komisaris sebelum memberikan keterangan usai RUPSLB di Jakarta, Senin, 2 September 2019. RUPSLB tersebut menyetujui Sunarso menjadi dirut BRI,sebelumnya ia menjabat sebagai Wadirut BRI. TEMPO/Tony Hartawan

    Direktur Utama Bank BRI yang baru Sunarso (tengah) bersama direksi dan komisaris sebelum memberikan keterangan usai RUPSLB di Jakarta, Senin, 2 September 2019. RUPSLB tersebut menyetujui Sunarso menjadi dirut BRI,sebelumnya ia menjabat sebagai Wadirut BRI. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI menargetkan porsi kredit UMKM mencapai 80 persen pada 2022.

    Sepanjang tahun lalu BRI menyalurkan kredit senilai Rp 907,4 triliun dengan porsi UMKM senilai Rp 700 triliun atau mencapai 78 persen dari total. Artinya dengan target tersebut, penyaluran kredit ke UMKM terus meningkat.

    Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan pihaknya menekan porsi penyaluran kredit ke korporasi untuk meningkatkan pembiayaan ke sektor UMKM.

    "Kami akan fokus ke sana [UMKM], sekarang kan sudah turun porsi korporasinya dan porsi UMKM sekarang 78 persen. Sampai 2022 kami targetkan [kredit UMKM] 80 persen," katanya, Rabu, 29 Januari 2020.

    Sementara itu, target pertumbuhan penyaluran kredit BRI kurang lebih sebesar 10 persen sepanjang 2020. Adapun, target pertumbuhan penyaluran kredit tersebut lebih tinggi dari realisasi 2019 yang sebesar 8,4 persen.

    Menurutnya, BRI akan tetap optimistis dalam meningkatkan target pertumbuhan kinerja. Dengan target pertumbuhan penyaluran kredit tersebut, Sunarso mengatakan pihaknya akan berhati-hati dalam mengelola balance sheet atau neraca saldo.

    "Signal yang kami tangkap,  kami harus mengelola balance sheet secara hati-hati," katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.