Sri Mulyani Paparkan Sumber Ketidakpastian Ekonomi Global di 2020

Menteri Sosial Juliari Batubara dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberi penjelasan soal temuan maladministrasi Program Keluarga Harapan (PKH) oleh Ombudsman, Jakarta, Rabu, 11 Desember 2018. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi kondisi ekonomi global masih akan mengalami ketidakpastian sepanjang 2020. Ia menyebut, Amerika Serikat sebagai negara adi kuasa masih akan menjadi sumber ketidakpastian tersebut.

"AS (Amerika Serikat) akan tetap menjadi sumber ketidakpastian karena sebentar lagi mereka akan pemilu. Itu berarti, segala sesuai dipolitisasi," ujar Sri Mulyani di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu, 29 Januari 2020.

Pada 2019, ekonomi global juga terhuyung-huyung karena AS. Ekonomi terpengaruh oleh pertikaian AS dengan mitra dagangnya, Cina, dan negara yang berbatasan dengannya, Meksiko. Kejadian itu membuat Bank Dunia merevisi prediksi pertumbuhan ekonomi global lebih rendah dari hitungan sebelumnya.

Tak hanya kondisi politik yang memanas dengan dua negara tersebut, AS kembali membuat dunia menghadapi ketidakpastian setelah negara yang dipimpin Donald Trump itu melancarkan serangan udara. Serangan melalui pesawat drone itu membunuh seorang jenderal di Iran.

Sri Mulyani mengimbuhkan, ketidakpastian sejatinya tak tunggal berasal dari konflik yang ditimulkan oleh Amerika Serikat. Namun, kondisi ini juga bersumber dari pelbagai sebab. Misalnya rencana Brexit yang masih belum jelas, potensi resesi Eurozone, hingga kebangkitan populisme politik right wing.

Sumber ketidakpastian lain berasal dari krisis politik Hong Kong, reformasi struktural perekonomian Cina yang tak mulus, hingga wabah Virus Corona yang berpotensi mengganggu perekonomian global. Selanjutnya, perang antara Suriah dan Yaman juga akan mengganggu stabilitas ekonomi.

Tak hanya itu, konflik regional Saudi-Iran dan AS-Iran, krisis politik Irak, dan konflik Israel-Palestina pun ditengarai turut menjadi sebab ekonomi global tak menentu. Terakhir, sejumlah kejadian di kawasan Asia Timur turut berkontribusi.

Semisal, adanya potensi perang dagang Jepang-Korea Selatan, melemahnya pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur, hingga gangguan stabilitas keamanan akibat konflik dengan Korea. Sri Mulyani mengatakan, kendati banyak tantangan di 2020, ia yakin negara tetap dapat menjaga kondisi APBN pada level stabil.

Meski mengalami ketidakpastian, Sri Mulyani tetap optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi nasional masih akan di atas 5 persen. "Inflasi pun dapat dikelola dalam level rendah, yakni plus-minus 3 persen," ucapnya.






Pertemuan Cina dengan Liga Arab, Xi Jinping: Ini Era Baru

1 jam lalu

Pertemuan Cina dengan Liga Arab, Xi Jinping: Ini Era Baru

Presiden Xi Jinping dengan Liga Arab menggelar pertemuan tingkat tinggi di ambang tonggak baru kemitraan strategis.


Sri Mulyani Puji Rambut Putih Basuki: The Truly Bapak Pembangunan

5 jam lalu

Sri Mulyani Puji Rambut Putih Basuki: The Truly Bapak Pembangunan

Sri Mulyani pun berseloroh kerja keras Basuki itu tampak dari rambut putihnya.


Sejarah Petasan di Dunia Hingga Masuk ke Indonesia

6 jam lalu

Sejarah Petasan di Dunia Hingga Masuk ke Indonesia

Petasan sudah ditemukan sejak 200 SM di Cina. Kemudian masyarakat Cina menyebar ke seluruh dunia dan memperkenalkan tradisi petasan tersebut.


Sri Mulyani Anggap RUU P2SK Relevan Merespons Dinamika Perekonomian Global dan Domestik

14 jam lalu

Sri Mulyani Anggap RUU P2SK Relevan Merespons Dinamika Perekonomian Global dan Domestik

Sri Mulyani Indrawati menyatakan Rancangan Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU P2SK) merupakan fondasi penting.


RUU PPSK Mulus Melaju ke Sidang Paripurna, Simak 4 Poin Penting di Dalamnya

17 jam lalu

RUU PPSK Mulus Melaju ke Sidang Paripurna, Simak 4 Poin Penting di Dalamnya

RUU PPSK disepakati untuk selanjutnya dibawa ke tingkat II dalam sidang paripurna. Apa saja poin penting yang diatur dalam RUU tersebut?


Pemerintah dan DPR Sepakati RUU PPSK, Lanjut ke Sidang Paripurna Pekan Depan

1 hari lalu

Pemerintah dan DPR Sepakati RUU PPSK, Lanjut ke Sidang Paripurna Pekan Depan

Pemerintah dan Komisi XI DPR telah menyepakati RUU PPSK untuk selanjutnya dibawa ke tingkat II dalam rapat paripurna pekan depan.


Sri Mulyani Beri Hibah Jalan Senilai Rp 217 Triliun ke DKI Jakarta: Berkah atau Beban?

1 hari lalu

Sri Mulyani Beri Hibah Jalan Senilai Rp 217 Triliun ke DKI Jakarta: Berkah atau Beban?

Menkeu Sri Mulyani memberi hibah jalan nasional ke DKI Jakarta senilai Rp 217 triliun. Saat ini DKI keluarkan Rp 400 miliar untuk perawatan jalan.


Pengusaha Cina Ingin Manfaatkan Pasar Rusia

1 hari lalu

Pengusaha Cina Ingin Manfaatkan Pasar Rusia

Sejumlah pengusaha asal Cina tertarik menanamkan sejumlah investasi di Rusia dan memamerkan produk-produk mereka, khususnya produk teknologi


Draf Terbaru RUU PPSK Pastikan Politikus Tetap Dilarang Masuk Dewan Gubernur BI

1 hari lalu

Draf Terbaru RUU PPSK Pastikan Politikus Tetap Dilarang Masuk Dewan Gubernur BI

Draf dokumen terbaru RUU PPSK menyebutkan politikus tetap dilarang masuk masuk ke dalam jajaran dewan Gubernur BI.


Aset Negara di Jakarta Rp 1.464 T, Ini Rencana Sri Mulyani saat Pemerintah Pusat Pindah ke IKN

1 hari lalu

Aset Negara di Jakarta Rp 1.464 T, Ini Rencana Sri Mulyani saat Pemerintah Pusat Pindah ke IKN

Sri Mulyani Indrawati menyebut terdapat aset negara senilai Rp1.464 triliun di Jakarta yang perlu dikelola saat pemerintah pusat pindah ke IKN.