Terbitkan Surat Utang SBR009, Pemerintah Incar Dana Rp 2 Triliun

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuanan Luky Alfirman saat meluncurkan surat utang berharga negara (SBN) syariah seri Sukuk Tabungn ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuanan Luky Alfirman saat meluncurkan surat utang berharga negara (SBN) syariah seri Sukuk Tabungn ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan perolehan dana sebesar Rp 2 triliun dari penerbitan surat utang Savings Bond Ritel seri SBR009.

    "Saya melihat orang investasi ini menilai SBR sebagai investasi yang menarik. Di 2019 itu ternyata generasi millenial mendominasi saat ini," kata Luky di Kuningan City, Jakarta, Rabu, 29 Januari 2020.

    Dia mengatakan, sepanjang 2019, sebanyak 52 persen investor SBR merupakan generasi millenial. Dia berharap dominasi generasi millenial kembali berlanjut tahun ini. "Jadi kan sangat mengutamakan kemudahan, praktis, denyan gadget, dan dengan online semua difasilitasi," ujar Luky.

    Karena itu, Kemenkeu menargetkan investor ritel membeli SBR hingga Rp 50 triliun tahun ini.

    Dia menyampaikan hal itu usai membuka talkshow SBR009 di Jakarta dengan tema Nanti Kita Cerita Tentang Negeri Ini. Tema acara itu terinspirasi dari film karya anak bangsa yang sedang sangat populer saat ini, yang diadaptasi dari novel laris Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Acara dikemas dalam bincang eksklusif dengan penulis buku NKCTHI Marcella FP, financial planner dan founder Jouska, Aakar Abyasa, serta Direktur Surat Utang Negara Loto S. Ginting.

    Pada 2020, penerbitan SBN ritel dimulai dengan penerbitan SBR009 yang masa penawarannya berlangsung dari tanggal 27 Januari hingga 13 Februari 2020. Dengan tingkat bunga mengambang dengan batas minimal sebesar 6,3 persen per tahun sampai  jatuh tempo pada 10 Februari 2022, SBR009 dinilai terjangkau dan menguntungkan. Bahkan, surat utang ini dapat dipesan hanya dengan dan asebesar Rp 1 juta dan memberikan tingkat kupon yang lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN.

    Luky menerangkan, dana masyarakat yang berinvestasi melaui surat utang  SBR009 akan langsung masuk ke rekening Kas Negara. Dana itu akan digunakan untuk pembiayaan APBN 2020, khususnya dalam usaha peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia. Dengan demikian, kata dia, berinvestasi di SBR009 berarti berpartisipasi langsung dalam pembangunan negara Indonesia.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.