Cegah Virus Corona, Menteri Perdagangan Perketat Produk Impor

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto berbincang dengan pedagang telur saat mengunjungi Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 20 Desember 2019.  Harga sejumlah kebutuhan pokok naik dalam sepekan terakir seperti telur di angka Rp 27.000 per kg. TEMPO/Prima Mulia

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto berbincang dengan pedagang telur saat mengunjungi Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 20 Desember 2019. Harga sejumlah kebutuhan pokok naik dalam sepekan terakir seperti telur di angka Rp 27.000 per kg. TEMPO/Prima Mulia

    Tempo.Co, Blora - Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Agus Suparmanto mengatakan, pihaknya akan mengontrol produk impor yang masuk ke Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk pencegahan masuknya Virus Corona yang dikhawatirkan berasal dari barang impor. 

    “Kalau dari segi ekspor, kita aman-aman saja, tidak ada kekhawatiran,” ujarnya  dalam keterangan pers usai meresmikan Pasar Rakyat “Sido Makmur” Kota Blora, Rabu 29-Januari-2020.

    Namun, lanjut Agus Suparmanto, yang perlu dikontrol adalah masuknya barang impor. . Untuk  itu pemerintah akan menseleksi barang impor. "Namun jika hanya bersifat untuk memenuhi kenaikan jumlah konsumsi, akan ditekan,” ucapnya.

    Sedangkan khusus untuk komoditas impor, ujar Agus, bahwa prosesnya harus dipertimbangkan matang-matang. Setidaknya dengan melihat kemampuan produksi dalam negeri. Oleh sebab itu jangan sampai barang impor hanya akan merusak pasar dalam negeri. “Adanya kegiatan blusukan ke pasar seperti ini juga untuk mengontrol komoditas yang ada di daerah ,” ujarnya didampingi Bupati Blora Djoko, di Pasar Sido Makmur, Kota Blora.

    Namin, salah seorang pedagang Pasar Rakyat “Sido Makmur daging, mendukung langkah yang dilakukan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Dirinya meminta pemerintah tidak mudah melakukan impor, seperti daging sapi. “Jangan mudah impor Pak, apalagi daging sapi. Kita takut proses impor itu nanti bisa membawa virus Corona,” ujarnya.

    Dia menambahkan, untuk kebutuhan daging sapi, di Kabupaten Blora sudah mencukupi kebutuhan masyarakat.”Tolong untuk daging sapi, Blora sudah cukup."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.