Pesan Said Didu untuk Erick Thohir: Selamat Mencuci Piring Kotor

Editor

Rahma Tri

Dari kiri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Djakarta Theater, Ahad, 22 Desember 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

TEMPO.CO, Jakarta-Jakarta -  Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2005-2010, M. Said Didu memberikan komentar tentang 100 hari kerja Presiden Jokowi- Wapres Ma'ruf Amin. Namun, pesan tersebut ditujukan khusus untuk Menteri BUMN saat ini, Erick Thohir.

"Saya kasihan Erick Thohir, selamat mencuci piring. Mencuci piring kotor," ucap Said Didu selepas diskusi Skandal Dugaan Korupsi pada Perusahaan Asuransi Negara di Kampus Universitas Indonesia Salemba, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Januari 2020.

Mencuci piring kotor yang dilontarkan Said Didu tak lain adalah bersih-bersih BUMN yang memang saat ini tengah gencar dilakukan Erick Thohir. Istilah tersebut juga Said tujukan kepada para pejabat Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Said Didu menerangkan, saat ini pemerintahan Jokowi-M'aruf sedang mencuci piring kotor dari pemerintahan periode sebelumnya. "Saya bilang sekarang, 100 hari, menterinya sedang mencuci piring yang dikotori oleh pemerintah sebelumnya, oleh dia sendiri," ujarnya.

Said berharap di momentum 100 hari kerja Jokowi-Ma'ruf ini, BUMN segera dibersihkan dari orang-orang yang hanya ingin menjadikannya kendaraan kekuasaan. Menurut dia, pemerintah harus berhenti menempatkan orang-orang di BUMN semata-mata untuk tujuan balas jasa.

Sebelumnya, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengatakan bahwa dirinya mendengar kabar ada skenario besar pelengseran Erick Thohir dan Sri Mulyani terkait kasus Jiwasraya ini. Pelengseran Menteri BUMN dan Menteri Keuangan tersebut dirancang melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPR Jiwasraya, yang saat ini dialihkan menjadi Panitia Kerja (Panja).

"Ketika saya gali lebih lanjut mengapa ada pihak yang semula ingin ada Pansus, saya lebih terperanjat lagi. Alasannya sungguh membuat saya 'geleng kepala'. Katanya... untuk menjatuhkan sejumlah tokoh. Ada yang 'dibidik dan harus jatuh' dalam kasus Jiwasraya ini. Menteri BUMN yang lama, Rini Soemarno harus kena. Menteri yang sekarang Erick Thohir harus diganti. Menteri Keuangan Sri Mulyani harus bertanggung jawab. Presiden Jokowi juga harus dikaitkan," kata SBY melalui keterangan tertulis, Senin, 27 Januari 2020.

Meski tidak terlalu menyakini kebenaran kabar tersebut, SBY menyatakan sikapnya mendukung pemerintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang belum genap setahun untuk terus bekerja ini. 

Menanggapi pernyataan SBY tersebut, Erick Thohir mengatakan bahwa dirinya legawa. "Saya rasa gini lah kalau jabatan (menteri) itu sesuatu yang bisa setiap saat (ditarik Presiden). Yang penting kita sebagai manusia tidak mengubah karakter jati diri karena jabatan, (soalnya) kalau jabatan itu bisa kapan pun (berakhir)," kata dia di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, Selasa, 28 Januari 2020.

DEA REZKI GERASTRI | EKO WAHYUDI






Tak Berhenti di G20, Erick Tohir siap Tingkatkan Kolaborasi Berkelanjutan Dengan PNM

2 jam lalu

Tak Berhenti di G20, Erick Tohir siap Tingkatkan Kolaborasi Berkelanjutan Dengan PNM

Melalui acara Malam Apresiasi Dukungan BUMN dalam G20, di TMII, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan apresiasi atas kolaborasi epik seluruh perusahaan dan insan BUMN dalam mensukseskan Presidensi G20.


Korban Jiwa Gempa Cianjur Bertambah Lagi, Total Sudah 329 Orang

6 jam lalu

Korban Jiwa Gempa Cianjur Bertambah Lagi, Total Sudah 329 Orang

Satu jenazah korban jiwa Gempa Cianjur kembali ditemukan. Sebelas orang masih dinyatakan hilang.


Sri Mulyani Minta Generasi Muda Pikirkan RI saat Genap 100 Tahun, Jangan Menua tapi Miskin

6 jam lalu

Sri Mulyani Minta Generasi Muda Pikirkan RI saat Genap 100 Tahun, Jangan Menua tapi Miskin

Sri Mulyani Indrawati khawatir jika masyarakat Indonesia belum bisa makmur di 2045 atau ketika RI menginjak usia 100 tahun.


Sri Mulyani: APBN 2023 Dirancang Defisit 2,84 Persen dari PDB, Demi Kesehatan Keuangan RI

8 jam lalu

Sri Mulyani: APBN 2023 Dirancang Defisit 2,84 Persen dari PDB, Demi Kesehatan Keuangan RI

Sri Mulyani mengatakan pada tahun 2022, belanja APBN sebesar Rp 3.106,4 triliun dan defisit diperkirakan turun lagi menjadi Rp 598 triliun.


Uji Kelayakan Calon Panglima TNI Digelar Besok, Komisi Pertahanan Bakal Berkunjung ke Rumah KSAL

8 jam lalu

Uji Kelayakan Calon Panglima TNI Digelar Besok, Komisi Pertahanan Bakal Berkunjung ke Rumah KSAL

Uji kelayakan calon Panglima TNI akan diisi dengan acara kunjungan ke rumah KSAL Laksamana Yudo Margono.


BNI Dorong UMKM Miliki NIB

8 jam lalu

BNI Dorong UMKM Miliki NIB

NIB wajib dimiliki oleh segenap pelaku usaha yang ingin mengurus perizinan berusaha melalui OSS,


Perintah Jokowi ke Menteri ATR/BPN: Jangan Beri Ampun Mafia Tanah

9 jam lalu

Perintah Jokowi ke Menteri ATR/BPN: Jangan Beri Ampun Mafia Tanah

Jokowi menyebut Hadi merupakan mantan Panglima TNI, sehingga ia berharap ada ketegasan terhadap para mafia tanah sehingga masyarakat merasa aman.


Terkini Bisnis: Belanja Ketahanan Pangan Naik Tahun Ini, KPPU Akan Panggil Google

9 jam lalu

Terkini Bisnis: Belanja Ketahanan Pangan Naik Tahun Ini, KPPU Akan Panggil Google

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Kamis sore, 1 Desember 2022 antara lain tentang belanja ketahanan pangan meningkat menjadi Rp 104,2 triliun.


Jokowi Klaim Selesaikan Konflik Pertanahan Suku Anak Dalam yang Sudah Berjalan 35 Tahun

9 jam lalu

Jokowi Klaim Selesaikan Konflik Pertanahan Suku Anak Dalam yang Sudah Berjalan 35 Tahun

Jokowi menyebut persoalan suku yang berdiam di hutan Jambi itu bisa selesai karena Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto turun ke lapangan.


Utang RI Mendekati Rp 7.500 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman, Asalkan...

10 jam lalu

Utang RI Mendekati Rp 7.500 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman, Asalkan...

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai utang Indonesia masih tergolong aman.