Cicil Duit Nasabah Jiwasraya, Erick: Insyaallah Mulai Maret Akhir

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir usai menghadiri pertemuan bersama pada duta besar di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri BUMN Erick Thohir usai menghadiri pertemuan bersama pada duta besar di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan bahwa situasi keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) saat ini sedang mengalami masalah yang sangat berat. Namun ia memastikan, perseroan akan mulai menyicil kewajibannya untuk membayar klaim nasabah mulai akhir Maret 2020.

    "Insya Allah dari jajaran kementerian, tim Jiwasraya sesuai saran yang disampaikan kita akan berupaya selesaikan mulai pembayaran awal di akhir Maret. Tapi kalau memang bisa lebih cepat kita coba lakukan," kata Erick Thohir saat rapat bersama Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR di gedung parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 29 Januari 2020.

    Selain karena masalah investasi yang buruk,  Erick  menjelaskan, kisruh Jiwasraya terjadi karena manajemen telah melakukan kesalahan dalam menawarkan produk asuransi dengan bunga jauh lebih tinggi dibandingkan bunga pasar. 

    "Menjadi hal penting ke depan, kita perlu adanya safety investasi seperti ini. Enggak kejar bunga saja tapi pensiun jangka panjang perlu kepastiannya," ujar Erick Thohir.

    Erick juga mengungkapkan bahwa saat ini kewajiban Jiwasraya adalah untuk membayar dana nasabah senilai Rp 16 triliun. Di sisi lain, Jiwasraya juga mengalami kekurangan solvabilitas (kewajiban membayar kewajiban) sekitar Rp 28 triliun. Nilai sebesar itu diperlukan untuk memenuhi ketentuan risk base capital (RBC) sebesar 120 persen. 

    "Kementerian BUMN, berkoordinasi dengan Menkeu (Kementerian Keuangan), OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan lembaga lain dalam penyelamatan yang sesuai dengan pembicaraan kita, mau ada pencairan di akhir Maret," ucap Erick Thohir.

    Selanjutnya Erick Thohir mengucakan terima kasih pada anggota Panja Komisi VI DPR RI lantaran pada rapat kali ini diberi kesempatan tertutup. "Terima kasih juga kita diberi kesempatan untuk menerangkan tertutup juga karena memang kita tak mau ada salah persepsi dalam penanggulangan yang akan kita lakukan," ungkapnya.

    EKO WAHYUDI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.