Tambah Produksi Sapi, Mentan Minta Metode "Paksakan" Diterapkan

Pemandangan Peternakan sapi terapung di Pelabuhan Rotterdam, Belanda, 1 Oktober 2019.[REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta para pejabat yang membidangi fungsi peternakan menggunakan cara-cara yang luar biasa dalam memenuhi kebutuhan sapi dan pangan hewani di Indonesia. Hal itu dia sampaikan dalam acara Workshop Penajaman Program dan Kegiatan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2020 di Depok.

"Untuk pemenuhan pangan hewani dalam negeri, semua harus di-PAKSAKAN, yaitu singkatan dari Planning yang benar, Atensi yang besar, Knowledge, Skill, Action, dan Komitmen Atas dasar Negeri," kata Syahrul dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 Januari 2020.

Dia berpesan agar semua kegiatan peningkatan produksi peternakan dapat dipantau dan dikontrol melalui Agriculture War Room (AWR) dan Agriculture Operation Room (AOR). "Pasang chip di semua sapi, saya ingin bisa memantau sapi itu ada di mana, merumput di mana, diberikan pada peternak yang mana, bagaimana kondisinya, semua itu harus bisa dikontrol dengan AWR," ujarnya.

Syahrul juga berharap dengan penggunaan teknologi digital seperti itu, dapat mendorong pengembangan peternakan sapi di seluruh wilayah Indonesia seperti halnya di Aceh maupun Papua. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), I Ketut Diarmita memberikan contoh bagaimana Provinsi Bali bisa berhasil meningkatkan produksi sapinya dengan memaksakan usaha yang selama ini dianggap tidak mungkin terjadi.

“Saya bilang ke Pak Gubernur, tidak ada jalan lain kecuali dipaksakan. Tadinya selalu dibilang tidak bisa, namun setelah kita bahas dan dilaksanakan, pelan-pelan ternyata bisa dilaksanakan," kata Ketut.

Ketut juga menjelaskan bahwa Program Sejuta Sapi di Bali sangat didukung oleh Menteri Pertanian yang beberapa waktu lalu berkunjung ke sana. Dia mengatakan pada Tahun Anggaran 2020, Ditjen PKH berfokus pada peningkatan populasi dan produksi, serta peningkatan ekspor komoditas/produk ternak.

"Kita punya kegiatan Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) dengan target kelahiran 4 juta ekor melalui program inseminasi buatan dan kawin alam. Ditjen PKH juga akan melakukan peningkatan populasi sapi dalam negeri melalui impor indukan sapi," ungkap Ketut.

Selain itu, tambahnya, Ditjen PKH juga akan mengenjot ekspor produk peternakan dalam rangka mendukung program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) Menteri Pertanian.

Adapun kegiatan lain yang menjadi fokus adalah peningkatan status kesehatan hewan melalui penanggulangan Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), optimalisasi lahan sawit untuk usaha ternak sapi melalui integrasi sapi sawit, dan penurunan pemotongan betina produktif dalam mendukung peningkatan populasi dan produksi.

"Untuk mengakselerasi kinerja pembangunan peternakan dan kesehatan hewan, kita dorong peningkatan pemanfaatan dan aksesibilitas KUR dengan target Rp 9,01 triliun, peningkatan investasi dengan target 3,80 triliun, dan pengembangan UMKM sebagai lembaga penggerak dan pendorong usaha ekonomi peternakan dengan target 700 unit," ujar Ketut.






Pasca Gempa Cianjur, Peternak Sapi Potong dan Perah Kesulitan Pasok Pakan Hewan

4 hari lalu

Pasca Gempa Cianjur, Peternak Sapi Potong dan Perah Kesulitan Pasok Pakan Hewan

DKPP Jawa Barat bersama Dinas Peternakan Cianjur tengah melakukan pendataan hewan ternak yang terdampak bencana gempa Cianjur.


Mentan Raih Korpri Award

5 hari lalu

Mentan Raih Korpri Award

Mentan berterima kasih atas kepercayaan Korpri terhadap kinerja dan pelayanan ASN di lingkup Kementerian Pertanian.


Panen Jagung di Kalsel, Mentan: Pertanian Penguat Ekonomi Negara

9 hari lalu

Panen Jagung di Kalsel, Mentan: Pertanian Penguat Ekonomi Negara

Mentan meminta seluruh jajaran dan stakeholder terkait meneruskan perjuangan bersama rakyat dan petani.


Mentan Ajak Mahasiswa ULM Perkuat Pertanian Indonesia

9 hari lalu

Mentan Ajak Mahasiswa ULM Perkuat Pertanian Indonesia

Mahasiswa adalah agen perubahan yang berada di garda terdepan mengembangkan sektor pertanian Indonesia.


5 Rekomendasi Sop Buntut di Jakarta dan Bogor, Pakai Daging Berkualitas

11 hari lalu

5 Rekomendasi Sop Buntut di Jakarta dan Bogor, Pakai Daging Berkualitas

Di Indonesia, sop buntut biasanya terdiri dari potongan sapi dengan irisan wortel, daun bawang, kentang tomat dan saus pedas.


Mengapa Daging Wagyu Mahal? Manfaat Menyantap Daging Sapi Wagyu

13 hari lalu

Mengapa Daging Wagyu Mahal? Manfaat Menyantap Daging Sapi Wagyu

Bagi para pencinta daging sapi, familiar dengan wagyu atau daging sapi Jepang ini. Mengapa harganya mahal, dan apa manfaat untuk kesehatan?


4 Keistimewaan Durian Merah Banyuwangi, 5 Varietasnya Terdaftar di Kementerian Pertanian

15 hari lalu

4 Keistimewaan Durian Merah Banyuwangi, 5 Varietasnya Terdaftar di Kementerian Pertanian

Total ada lima varietas durian merah Banyuwangi yang resmi terdaftar di Kementerian Pertanian. Begini kesitimewaan durian merah ini.


Perpusnas Anugerahi Mentan Nugra Jasa Dharma Pustaloka

19 hari lalu

Perpusnas Anugerahi Mentan Nugra Jasa Dharma Pustaloka

Penghargaan diberikan karena Mentan memiliki peran besar terhadap pembudidayaan gemar baca dan literasi.


Mentan: Pangan Adalah Human Right, Tidak Boleh G20 Menutup Diri Atau Batasi Ekspor

21 hari lalu

Mentan: Pangan Adalah Human Right, Tidak Boleh G20 Menutup Diri Atau Batasi Ekspor

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan sektor pangan sangat penting dan tidak boleh terhambat hanya karena suatu negara.


Kementan Bakal Gelar Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh

25 hari lalu

Kementan Bakal Gelar Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh

Hingga kini yang sudah terdaftar sebagai peserta pelatihan sebanyak 672.193 peserta atau baru 38 persen.