Garuda Indonesia Siapkan Tiket Pesawat Murah, Ini Strateginya

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra (tengah) bersama enam direktur lainnya dalam acara temu media di kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Kamis, 23 Januari 2020. TEMPO/Francisca

    Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra (tengah) bersama enam direktur lainnya dalam acara temu media di kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Kamis, 23 Januari 2020. TEMPO/Francisca

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Garuda Indonesia Persero (Tbk) tengah menyiapkan cara untuk menjual tiket pesawat dengan harga murah tanpa membuat perusahaan buntung. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan upaya ini sesuai dengan arahan Kementerian Perhubungan.

    "Pertama, kami akan bundling dengan hotel untuk menyiapkan paket (wisata)," ujar Irfan di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020.

    Irfan menyebutkan bahwa entitasnya akan bekerja sama dengan sejumlah operator hotel untuk merealisasikan rencana ini. Sejauh ini, kata dia, penjajakan kerja sama dengan pihak hotel dilakukan secara bertahap.

    Meski begitu, Irfan memastikan tidak semua paket bandling dijual dengan harga lebih rendah. Tarif ekonomis akan disediakan di luar masa ramai kunjungan atau high season, seperti Sabtu dan Minggu.

    Selanjutnya, manajemen emiten berkode saham GIAA ini bakal menyediakan tarif berbeda untuk pembelian tiket jauh-jauh hari. Kebijakan tersebut tengah disiapkan oleh manajemen.

    "Kami bisa bikinkan beli sekarang (lebih murah) untuk (perjalanan) enam bulan lagi. Bisa dibikin, tapi tunggu nanti," ucapnya.

    Agar maskapai tetap untung, Irfan mengatakan entitasnya akan menggenjot sumber-sumber pendapatan lain non-tiket seperti penyediaan layanan kargo. Mantan Direktur Utama PT Inti (Persero) itu bakal mengajak manajemen memaksimalkan potensi bagasi penumpang yang selama ini acap masih lowong.

    "Misalnya penumpang kita kan tidak maksimal memakai bagasi dan banyak sisa, jadi kita jual ruang itu untuk layanan kargo," ujarnya.

    Saat ini, ia memastikan akan memaksimalkan layanan kargo dari pesawat-pesawat milik Garuda Indonesia yang beroperasi tanpa menambah pesawat angkut atau freighter. Ihwal tarif kargo yang akan dikenakan perusahaan, Irfan menyatakan pihaknya masih akan menjajaki kerja sama dengan asosiasi terkait.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.