Bakal Digugat Helmy Yahya, Dewas TVRI: Kami Sudah Antisipasi

Reporter

Mantan Direktur Utama TVRI Helmy Yahya menyampaikan keterangan saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Dewan Pengawas Televisi Republik Indonesia Dwi Heri mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi gugatan yang disiapkan bekas Direktur Utama TVRI Helmy Yahya ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Helmy berencana melakukan langkah hukum terkait pemecatannya dari stasiun televisi pelat merah tersebut.

"Kami sudah mengantisipasi itu, itu adalah mekanisme yang benar, satu-satunya jalan untuk mengembalikan posisinya adalah melalu PTUN," ujar Dwi melalui sambungan telepon kepada Tempo, Selasa, 28 Januari 2020.

Menurut Dwi, Dewan Pengawas telah sesuai dengan kewenangannya dalam memberhentikan Helmy. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2005, bahwa Dewas bisa mengangkat maupun memberhentikan direktur utama.

"Gugatan ke PTUN adalah langkah yang benar, bukan malah roadshow ke lembaga politik, seperti Dewan Perwakilan Rakyat, itu bukan mekanisme hukum, tidak ada pengaruhnya atas putusan itu," ujar Dwi. Ia pun mengatakan sikap Dewan Pengawas saat ini adalah menunggu langkah hukum tersebut.

Dwi pun mengatakan dalam memberhentikan Helmy, Dewan Pengawas sudah mengikuti prosedur yang benar, antara lain dengan mengeluarkan Surat Pemberitahuan Rencana Pemberhentian 30 hari sebelum pemberhentian dilakukan. SPRP dikeluarkan pada Desember 2019.

"Dia sudah diingatkan di SPRP bagaimana penganggaran program berbiaya besar dan dia tidak bisa menjelaskan itu," tutur Dwi. "Jadi jangan seakan-akan dia sudah benar dalam penganggarannya dan Dewas tidak sepakat akan liga Inggris, Liga inggrisnya tidak masalah, kalau penganggarannya benar, kan awalnya dia mengatakan sistemnya barter tapi ternyata berbayar."

Helmy sebelumnya mengatakan bakal melayangkan gugatan hukum pada pekan ini terkait pemberhentiannya dari stasiun televisi pelat merah itu oleh Dewan Pengawas.

"Saya akan berjuang terus, dalam pekan ini kami ajukan tuntutan atau legal action, tunggu saja," ujar dia selepas rapat bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.

Helmy Yahya mengatakan perjuangannya itu bukanlah untuk kepentingannya sendiri. Melainkan untuk mempertahankan TVRI ke depannya. "Saya berjuang untuk karyawan, ada 4.800 karyawan TVRI, mereka itu tunjangan kinerjanya enggak turun-turun dalam dua tahun terakhir," tutur dia.

CAESAR AKBAR






Hari Dongeng Nasional, Asal-usulnya Berhubungan dengan Pak Raden Si Unyil

4 hari lalu

Hari Dongeng Nasional, Asal-usulnya Berhubungan dengan Pak Raden Si Unyil

Di Indonesia Hari Dongeng Nasional diperingati pada 28 November. Tanggal itu dipilih, karena bersamaan dengan tanggal lahir Suyadi


Setelah Jabodetabek, Kominfo Akan Matikan Siaran TV Analog di 284 Kabupaten dan Kota

9 hari lalu

Setelah Jabodetabek, Kominfo Akan Matikan Siaran TV Analog di 284 Kabupaten dan Kota

Setelah mematikan siaran tv analog di Jakarta, Kominfo bakal melanjutkannya di 93 wilayah layanan di 284 kabupaten/kota.


Mengenang Bu Kasur, Tokoh Pendidikan yang Berpulang 20 Tahun Lalu, Setiap Lagunya Tanpa Huruf R

41 hari lalu

Mengenang Bu Kasur, Tokoh Pendidikan yang Berpulang 20 Tahun Lalu, Setiap Lagunya Tanpa Huruf R

Tokoh pendidikan Bu Kasur pada 22 Oktober, 20 tahun lalu waf. Ia dan Pak kasur telah membuat lagu sekitar 150 anak-anak. Ini keunikan lagunya.


Jokowi Telah Kirimkan 15 Nama Calon Dewan Pengawas LPP TVRI ke DPR

19 September 2022

Jokowi Telah Kirimkan 15 Nama Calon Dewan Pengawas LPP TVRI ke DPR

Johnny G. Plate mengatakan Presiden Jokowi telah mengirimkan 15 nama calon anggota dewan pengawas LPP TVRI ke DPR


Jalan Panjang 60 Tahun TVRI, Apa Acara yang Masih dalam Kenangan?

25 Agustus 2022

Jalan Panjang 60 Tahun TVRI, Apa Acara yang Masih dalam Kenangan?

Sebagai stasiun televisi pertama di Indonesia, TVRI memiliki sejarah panjang. Berbagai acara pernah lekat di masyarakat, acara apakah favoritmu dulu?


Kelahiran TVRI dan 24 Agustus Sebagai Hari Televisi Nasional

24 Agustus 2022

Kelahiran TVRI dan 24 Agustus Sebagai Hari Televisi Nasional

Pemerintah Indonesia pada 1961 memutuskan untuk memasukkan proyek media massa televisi (TVRI) ke dalam proyek pembangunan Asian Games IV 1962.


24 Agustus 1962: Kilas balik TVRI Mengudara Perdana Siaran Langsung Asian Games IV

24 Agustus 2022

24 Agustus 1962: Kilas balik TVRI Mengudara Perdana Siaran Langsung Asian Games IV

Tanggal tersebut saat ini dikenal sebagai hari kelahiran Televisi Republik Indonesia atau TVRI sebagai jaringan televisi pertama di Indonesia


Moeldoko Ingatkan Lembaga Penyiaran Publik Suarakan Kinerja Pemerintah

11 Agustus 2022

Moeldoko Ingatkan Lembaga Penyiaran Publik Suarakan Kinerja Pemerintah

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai sekarang ruang publik dipenuhi oleh isu negatif, disinformasi, dan berita bohong.


Rekam Jejak Pemerintah Orde Baru yang Alergi Rambut Gondrong

4 Agustus 2022

Rekam Jejak Pemerintah Orde Baru yang Alergi Rambut Gondrong

Pada masa pemerintahan Orde Baru, rambut gondrong mendapatkan stigma negatif, bahkan dilarang.


Pak Kasur, Sosok Legendaris Dunia Anak-Anak Indonesia, Begini Asal Namanya

28 Juli 2022

Pak Kasur, Sosok Legendaris Dunia Anak-Anak Indonesia, Begini Asal Namanya

Pak Kasur salah satu tokoh di Indonesia yang erat kaitannya dengan isu pendidikan anak-anak. Begini profilnya.