Liga Inggris dan Jiwasraya, Helmy Yahya: Ibarat Ceri dan Durian

(dari kiri) Direktur Umum TVRI Tumpak Pasaribu, Direktur Program dan Berita April Jaya Putra, Plt Direktur Utama Supriyono, Direktur Keuangan Isnan Rahmano, dan Direktur Pengembangan dan Usaha Rini Padmirehatta saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020. Rapat tersebut beragendakan mendengarkan penjelasan Direksi LPP TVRI terkait penyelesaian masalah pemberhentian Direktur Utama TVRI Helmy Yahya. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Direktur Utama Televisi Republik Indonesia alias TVRI, Helmy Yahya, menyanggah pernyataan Dewan Pengawas yang membandingkan kasus tunda bayar siaran Liga Inggris di stasiun televisi pelat merah itu dengan kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya.

 

"Gagal bayar Jiwasraya dibandingkan dengan tunda bayar Liga Inggris, menurut saya ini kebangetan," ujar Helmy dalam rapat dengar pendapat umum dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020.

 

Helmy mengibaratkan dua kasus itu ibarat durian monthong dibandingkan dengan buah ceri, lantaran nominal dan magnitudenya sangat berbeda. "Di sana belasan triliun, sementara di sini hanya miliaran."

 

Menurut Helmy, gagal bayar kepada rekanan bisnis itu adalah hal yang biasa. "Kami punya hutang, kami punya tagihan," ujarnya. Untuk melunasi tagihan kepada rekanannya, Mola TV, ia mengatakan direksi telah berkomunikasi kepada pemerintah agar TVRI bisa menggunakan penerimaan negara bukan pajak.

 

"PNBP kami Rp 150 miliar, dan kami boleh ambil Rp 120 miliar. Sementara Liga Inggris itu US$ 2 juta, atau Rp 48 miliar, kecil itu," ujar Helmy. Apalagi, pada 2020 angka PNBP itu diperkirakan akan naik lagi nilainya melebihi Rp 150 miliar. Mengingat, pada tahun ini akan diselenggarakan Pemilihan Kepala Daerah serentak.

 

"Jadi kami kan tunda bayar, Mola TV yang kami hutangi pun enggak apa-apa, ini adalah bisnis seperti biasa, meleset sedikit tidak apa-apa," tutur Helmy. "Kenapa meleset, karena PNBP kami datangnya baru bisa ditagih semua pada akhir tahun, setelah itu kami setor ke negara dan kami tidak bisa ambil, Mola TV sangat maklum."

 

Sebelumnya, anggota Dewan Pengawas TVRI Pamungkas Trishadiatmoko memaparkan alasan Direktur Utama Helmy Yahya diberhentikan dari posisinya, salah satunya, terkait dengan kontrak tayangan sepak bola Liga Inggris oleh perusahaan televisi pelat merah itu. "Saya akan sampaikan kenapa Liga Inggris itu menjadi salah satu pemicu gagal bayar ataupun munculnya utang skala kecil seperti Jiwasraya," ujar Pamungkas dalam rapat di Kompleks Parlemen, Selasa, 21 Januari 2020.

 

Ketua Dewan Pengawas TVRI Arief Hidayat Thamrin menambahkan, lembaga penyiaran publik itu baru pertama kali dalam sejarah memiliki anggaran terutang dalam jumlah signifikan, yaitu di era Direktur Utama Helmy Yahya. Total anggaran terhutang TVRI tahun 2019 ke tahun 2020 tercatat Rp 37,8 miliar.

 

Berdasarkan paparan yang disajikan Dewan Pengawas, tampak bahwa anggaran terutang itu paling besar tercantum pada pembelian hak siar sebesar Rp 33,8 miliar. Pembelian hak siar itu terdiri atas hak siar Liga Inggris Rp 27 miliar dan BWF Rp 5,8 miliar.

 

CAESAR AKBAR






Hari Dongeng Nasional, Asal-usulnya Berhubungan dengan Pak Raden Si Unyil

11 hari lalu

Hari Dongeng Nasional, Asal-usulnya Berhubungan dengan Pak Raden Si Unyil

Di Indonesia Hari Dongeng Nasional diperingati pada 28 November. Tanggal itu dipilih, karena bersamaan dengan tanggal lahir Suyadi


Setelah Jabodetabek, Kominfo Akan Matikan Siaran TV Analog di 284 Kabupaten dan Kota

16 hari lalu

Setelah Jabodetabek, Kominfo Akan Matikan Siaran TV Analog di 284 Kabupaten dan Kota

Setelah mematikan siaran tv analog di Jakarta, Kominfo bakal melanjutkannya di 93 wilayah layanan di 284 kabupaten/kota.


Kejaksaan Kembali Sita 16,4 Hektar Aset Benny Tjokrosaputro dalam Perkara Jiwasraya

22 hari lalu

Kejaksaan Kembali Sita 16,4 Hektar Aset Benny Tjokrosaputro dalam Perkara Jiwasraya

Kejaksaan Agung kembali menyita 16,4 aset Benny Tjokrosaputro dalam kasus korupsi Jiwasraya.


Kejagung Kembali Sita Aset Tanah Benny Tjokrosaputro dalam Perkara Korupsi Jiwasraya

36 hari lalu

Kejagung Kembali Sita Aset Tanah Benny Tjokrosaputro dalam Perkara Korupsi Jiwasraya

Benny Tjokrosaputro merupakan terpidana dalam kasus korupsi pengelolaan keuangan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya periode 2008-2018.


Terdakwa Kasus Asabri Benny Tjokrosaputro Dituntut Hukuman Mati

44 hari lalu

Terdakwa Kasus Asabri Benny Tjokrosaputro Dituntut Hukuman Mati

Benny Tjokrosaputro dituntut hukuman mati dan membayar uang pengganti sebesar Rp5,733 triliun dalam kasus korupsi Asabri


OJK Tunggu Perusahaan Asuransi Gagal Bayar Serahkan Rencana Penyehatan

46 hari lalu

OJK Tunggu Perusahaan Asuransi Gagal Bayar Serahkan Rencana Penyehatan

OJK menyatakan perusahaan asuransi yang bermasalah harus menyampaikan rencana penyehatan keuangan (RPK) perusahaan.


Mengenang Bu Kasur, Tokoh Pendidikan yang Berpulang 20 Tahun Lalu, Setiap Lagunya Tanpa Huruf R

48 hari lalu

Mengenang Bu Kasur, Tokoh Pendidikan yang Berpulang 20 Tahun Lalu, Setiap Lagunya Tanpa Huruf R

Tokoh pendidikan Bu Kasur pada 22 Oktober, 20 tahun lalu waf. Ia dan Pak kasur telah membuat lagu sekitar 150 anak-anak. Ini keunikan lagunya.


Jokowi Telah Kirimkan 15 Nama Calon Dewan Pengawas LPP TVRI ke DPR

19 September 2022

Jokowi Telah Kirimkan 15 Nama Calon Dewan Pengawas LPP TVRI ke DPR

Johnny G. Plate mengatakan Presiden Jokowi telah mengirimkan 15 nama calon anggota dewan pengawas LPP TVRI ke DPR


Jalan Panjang 60 Tahun TVRI, Apa Acara yang Masih dalam Kenangan?

25 Agustus 2022

Jalan Panjang 60 Tahun TVRI, Apa Acara yang Masih dalam Kenangan?

Sebagai stasiun televisi pertama di Indonesia, TVRI memiliki sejarah panjang. Berbagai acara pernah lekat di masyarakat, acara apakah favoritmu dulu?


Kelahiran TVRI dan 24 Agustus Sebagai Hari Televisi Nasional

24 Agustus 2022

Kelahiran TVRI dan 24 Agustus Sebagai Hari Televisi Nasional

Pemerintah Indonesia pada 1961 memutuskan untuk memasukkan proyek media massa televisi (TVRI) ke dalam proyek pembangunan Asian Games IV 1962.