Menkominfo Sebut Investor Tunggu RUU Perlindungan Data Pribadi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkominfo Johnny G Plate saat mengikuti sidang kabinet pertama Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Menkominfo Johnny G Plate saat mengikuti sidang kabinet pertama Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan ada dua perusahaan asing yang telah menyatakan niat bakal menanamkan modalnya ke Indonesia jika Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan RUU Perlindungan Data Pribadi.

    "Kemarin saya ke Davos (Swiss) sudah berbicara dengan Amazon. Dia akan investasi besar di Indonesia," tuturnya di kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Selasa, 28 Januari 2020.

    Johnny menyatakan Amazon akan membangun 22 pusat data di dunia. Ia bahkan mengklaim, pusat data pertama milik perusahaan teknologi multinasional yang berbasis di Amerika Serikat itu akan dibangun di Indonesia.

    Selain Amazon, kata dia, Microsoft juga telah menjajaki rencana kerja sama dengan Indonesia. Seperti Amazon, Microsoft bakal membangun pusat data untuk mendukung terlaksananya perlindungan data pribadi penduduk di Indonesia.

    "Nilai investasi (Microsoft) jumlahnya bukan hanya jutaan dolar, tapi ratusan juta atau miliaran dolar," tuturnya.

    Niat Microsoft menjajaki kerja sama dengan Indonesia sebelumnya telah disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut mengklaim bahwa Microsoft Corporation berminat menanam modal senilai US$ 1 miliar ke Indonesia.

    Angka investasi Microsoft Inc. itu setara dengan Rp 14 triliun (asumsi nilai tukar Rp 14 ribu). "Investasi US$ 1 miliar ini akan dipakai untuk database," ujar Luhut di kantornya, 17 Januari 2020. 

    Luhut mengatakan perwakilan perusahaan yang didirikan Bill Gates ini sudah menemuinya secara langsung. Ihwal kelanjutan kesepakatan dengan perusahaan tersebut, Luhut berharap akan terealisasi secepatnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.