Antisipasi Banjir, Drainase Underpass Kemayoran Akan Dimodifikasi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Underpass Kemayoran Jakarta Pusat masih terendam banjir setinggi 4 meter sejak kemarin, Sabtu 25 Januari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Underpass Kemayoran Jakarta Pusat masih terendam banjir setinggi 4 meter sejak kemarin, Sabtu 25 Januari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyatakan, pemerintah perlu memodifikasi drainase atau saluran air di underpass Kemayoran, Jakarta, untuk mengantisipasi banjir. Hal itu ia ungkapkan dalam rapat dengar pendapat di Komisi V DPR, Selasa, 28 Januari 2020.

    "Modifikasi drainase ini harus segera kami lakukan untuk mengantisipasi adanya banjir lagi," ujar Basuki di kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta.

    Proses modifikasi ini akan dilakukan lantaran konstruksi drainase yang ada di underpass Kemayoran saat ini belum terlampau maksimal menyerap air. Ia pun mengatakan upaya modifikasi akan dilakukan setelah situasi memungkinkan.

    Adapun terkait upaya penanganan banjir Jakarta, Basuki memandang perlu adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Sebab, peristiwa tersebut melanda Jakarta yang merupakan ibu kota negara.

    Basuki mengakui telah berkomunikasi langsung dengan Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta untuk merancang langkah-langkah guna mengantisipasi terjadinya banjir di masa mendatang. Kala banjir melanda underpass Kemayoran, Basuki juga telah mengecek langsung ke lokasi.

    Berdasarkan pantauan di lapangan, Basuki menyebut kala itu pemerintah provinsi DKI Jakarta hanya mengoperasikan pompa dengan jumlah yang minim. "Pompa kami lihat hanya ada dari Damkar. Kami lalu mendatangkan sepuluh pompa dari PUPR," ujarnya.

    Lurah Kebon Kosong Kemayoran Suparjo sebelumnya mengatakan banjir mulai menggenangi underpass Kemayoran sejak Jumat pekan lalu. "Jumat siang mulai tergenang karena hujan terus air menuju ke sini semua," ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu 25 Januari 2020.

    Suparjo mengatakan air menggenang lantaran pompa tidak berfungsi setelah terendam banjir sehingga air terus memenuhi underpass Kemayoran. Menurut dia, sehari sebelumnya banjir juga menggenangi underpass tersebut setinggi satu meter.

    "Kamis kemarin juga tergenang tapi setelah dipompa surut, Jumat karena hujan terus banjir lagi sampai lima meter ini," ujarnya.

    Belakangan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengerahkan enam pompa untuk  menguras air dari Underpass Kemayoran, Jakarta Pusat, yang terendam banjir hingga setinggi 4 meter.  "Sudah mengerahkan enam mobil pompa. ditambah dua mobil pompa pemadam untuk terus memompa," kata Anies usai menghadiri Rapat Kerja Daerah Gerindra DKI di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, 26 Januari 2020.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.