DPR Sentil Dirut Baru Garuda Soal Mahalnya Harga Tiket Pesawat

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra (tengah) bersama enam direktur lainnya dalam acara temu media di kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Kamis, 23 Januari 2020. TEMPO/Francisca

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi V DPR, Bob Andika, menyentil kebijakan manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. terkait pengaturan harga tiket pesawat yang masih tinggi di sejumlah rute. Catatan itu ia sampaikan dalam rapat dengar pendapat evaluasi angkutan Natal dan tahun baru 2020 di DPR hari ini.

"Pengguna jasa maskapai Garuda Indonesia ini satu juta lebih. Saya melihat mayoritas masih mengeluhkan harga tiket," ujar Bob di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, , Selasa, 28 Januari 2020.

Politikus PDIP tersebut menengarai kebijakan harga tiket berkaitan dengan masalah slot time yang disediakan untuk jalur-jalur padat. Ia menyebut, saat masa angkut Nataru lalu, maskapai belum maksimal memanfaatkan sejumlah rute favorit seperti rute Jakarta-Medan.

Bob khawatir slot time ini justru dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menaikkan harga tiket maskapai penerbangan. Adapun slot time disediakan oleh operator bandara, yakni Angkasa Pura I dan II.

Pemanfaatan slot time tersebut mesti melalui persetujuan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Adapun pada masa angkutan Nataru lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah meminta pengelola bandara memberikan slot time kepada maskapai penerbangan jika terjadi peningkatan jumlah penumpang dan kenaikan tarif tiket.

"Kami melakukan pengecekan terhadap kenaikan harga tiket. Bila sudah mencapai batas tertinggi, operator bandara segera melakukan tambahan (slot time) penerbangan agar (harga tiket) kembali normal," kata Budi Karya.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiapura yang hadir dalam rapat dengar pendapat di Komisi V DPR tersebut belum memberikan jawaban terkait tingginya harga tiket pesawat. Namun, beberapa waktu lalu ia menyampaikan akan mengatur tarif perjalanan agar mencapai titik reasonable.

Menurut Irfan, perusahaan pelat merah itu akan menghitung ulang harga pokok produksi alias HPP hingga mencapai harga yang masuk akal. "Kita mesti hitung agar ketemu harga yang reasonable," ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu, 22 Januari 2020. 

Irfan juga memastikan perusahaan dengan kode emiten GIAA itu akan menyesuaikan tarif tiket pesawat dengan kebutuhan produksi perusahaan. "Jadi kita tidak minus. Kalau minus dan berdarah-darah, gimana operasi kita bisa jalan?" ujarnya.






Bukan Garuda Indonesia, Ini Sejarah Maskapai Penerbangan Pertama di Indonesia

19 jam lalu

Bukan Garuda Indonesia, Ini Sejarah Maskapai Penerbangan Pertama di Indonesia

Sebelum Garuda Indonesia mengudara, Indonesia sudah memiliki satu maskapai yang beroperasi, yaitu Indonesian Airways.


Soal Hong Kong Bagikan 500 Ribu Tiket Pesawat Gratis, Begini Kata Sandiaga

22 jam lalu

Soal Hong Kong Bagikan 500 Ribu Tiket Pesawat Gratis, Begini Kata Sandiaga

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno enggan menganggap langkah pemerintah Hong Kong membagikan 500 ribu tiket pesawat sebagai saingan Indonesia untuk menggaet wisatawan mancanegara.


Frekuensi Penerbangan dari Cina ke Indonesia Bertambah, Ini Daftarnya

1 hari lalu

Frekuensi Penerbangan dari Cina ke Indonesia Bertambah, Ini Daftarnya

Cina telah mengizinkan warganya untuk kembali bepergian ke luar negeri.


Bisnis Wisata Menggeliat, Maskapai Penerbangan Buka Lagi Jalur China-Indonesia

1 hari lalu

Bisnis Wisata Menggeliat, Maskapai Penerbangan Buka Lagi Jalur China-Indonesia

Maskapai China dan Indonesia menambah frekuensi dan jalur penerbangan kedua negara seiring dengan diizinkannya perjalanan wisata secara berkelompok.


ASEAN Tourism Forum 2023 Berakhir, Sandiaga Uno: Konektivitas Perkuat Wisata ASEAN

2 hari lalu

ASEAN Tourism Forum 2023 Berakhir, Sandiaga Uno: Konektivitas Perkuat Wisata ASEAN

Dalam forum penutupan ASEAN Tourism Forum itu, negara-negara ASEAN bersepakat meningkatkan pelaksanaan ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2016-2025.


Garuda Indonesia Buka Opsi Penggunaan Jilbab untuk Pramugari

3 hari lalu

Garuda Indonesia Buka Opsi Penggunaan Jilbab untuk Pramugari

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia sedang membahas soal tatalaksana kesiapan penggunaan jilbab pada seragam pramugari.


Ada Tudingan Tiket Umrah Malaysia Diborong Jamaah Indonesia, Ini Kata Pemerintah

4 hari lalu

Ada Tudingan Tiket Umrah Malaysia Diborong Jamaah Indonesia, Ini Kata Pemerintah

Pemerintah Malaysia membantah tudingan tiket umrah banyak dijual ke jamaah Indonesia sehingga warga negeri jiran kekurangan tiket.


3 Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Tak Dikonsumsi Penumpang Pesawat

5 hari lalu

3 Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Tak Dikonsumsi Penumpang Pesawat

Pramugari membagikan apa yang tidak boleh penumpang pesawat makan atau minum saat terbang.


Persiapan Bandara Ngurah Rai Bali Layani Pesawat Komersil Terbesar di Dunia

5 hari lalu

Persiapan Bandara Ngurah Rai Bali Layani Pesawat Komersil Terbesar di Dunia

Sejumlah persiapan dilakukan dari sekarang untuk menyambut pendaratan pesawat Airbus A380 di Bandara Ngurah Rai Bali.


Teken Kerja Sama dengan Jeju Air, Angkasa Pura I Berharap Pariwisata RI Pulih Lebih Cepat

7 hari lalu

Teken Kerja Sama dengan Jeju Air, Angkasa Pura I Berharap Pariwisata RI Pulih Lebih Cepat

PT Angkasa Pura I bekerja sama dengan maskapai penerbangan asal Korea Selatan, Jeju Air.