Kurs Tengah BI Hari Ini Dipatok Melemah di Rp 13.647 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Adek Berry/AFP/Getty Images

    Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Adek Berry/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia atau BI mematok kurs tengah hari ini, Selasa, 28 Januari 2020 di level Rp 13.647 per dolar AS. Artinya nilai tukar rupiah ini melemah 35 poin atau 0,26 persen dibandingkan posisi kemarin yakni Rp 13.612 per dolar AS.

    Adapun kurs jual ditetapkan di Rp 13.715 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp 13.578 per dolar AS. Semetara selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp 137.

    Data Bloomberg menunjukkan kurs rupiah di pasar spot terpantau bergerak ke level Rp 13.655 per dolar AS. Artinya, nilai tukar rupiah melemah 40 poin atau 0,29 persen pada pukul 11.07 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

    Pada perdagangan Senin kemarin, nilai tukar rupiah berakhir di level Rp 13.615 per dolar AS dengan pelemahan 32 poin atau 0,24 persen. Artinya, rupiah telah melemah pertama kalinya setelah empat hari perdagangan beruntun menguat sejak 22 Januari 2020 lalu.

    Pelemahan kurs rupiah mulai berlanjut dengan dibuka terdepresiasi tipis 6 poin atau 0,04 persen di posisi Rp 13.621 per dolar AS pada hari ini. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di level 13.621 – 13.656 per dolar AS.

    Mata uang lainnya di Asia mayoritas ikut melemah, dipimpin ringgit Malaysia yang terdepresiasi 0,6 persen terhadap dolar AS pukul 10.50 WIB. Data Bloomberg memperlihatkan aktivitas perdagangan pasar keuangan di Malaysia baru kembali dibuka hari ini setelah libur nasional.

    Pada perdagangan hari pertamanya, nilai tukar ringgit Malaysia memimpin pelemahan mayoritas mata uang Asia di tengah kekhawatiran mengenai wabah Virus Corona berjenis baru di Cina.  Berdasarkan data Komisi Kesehatan China, jumlah korban jiwa per hari ini telah bertambah menjadi 100 korban jiwa dan lebih dari 2.700 kasus terinfeksi virus serupa virus penyakit SARS ini.

    Sementara itu, Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) dikabarkan berkunjung ke Beijing untuk merespon korban jiwa Virus Corona. “Kekhawatiran seputar penyebaran coronavirus sedang terefleksi di pasar global,” ujar Seema Shah, kepala ahli strategi di Principal Global Investors.

    Seiring dengan pergerakan mata uang Asia, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau turun tipis 0,024 poin atau 0,02 persen ke level 97,932 pada pukul 11.09 WIB dari level penutupan sebelumnya. Pada perdagangan kemarin, indeks dolar ASditutup di level 9,956 dengan kenaikan 0,11 persen atau 0,103 poin.

    Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya mengatakan bank sentral tetap akan menjaga nilai tukar rupiah sesuai fundamental. Apabila penguatan tersebut bergerak di luar fundamentalnya, BI siap untuk melakukan intervensi.

    Pernyataan Perry merespons penguatan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sejak akhir 2019 hingga awal 2020. Namun, penguatan rupiah ternyata dikhawatirkan semakin menekan kinerja ekspor.

    “Kami yakinkan, jika rupiah menguat terlalu jauh dan tidak berdampak terhadap perekonomian, kami tidak segan mengarahkan nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya dengan melakukan beberapa langkah,” kata Perry di tengah rapat bersama Komis XI DPR, Senin, 27 November 2020.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.