Imbas Virus Corona, Mahasiswi Asal Lamongan Dikarantina di Wuhan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas keamanan berjaga di depan ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020. RSPI itu menyiapkan 11 kamar ruang isolasi ketat untuk mengantisipasi pasien 'suspect' virus corona. Sementara itu, Kementerian Kesehatan menunjuk sedikitnya 100 rumah sakit se-Indonesia untuk siaga terhadap penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China itu. ANTARA

    Petugas keamanan berjaga di depan ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020. RSPI itu menyiapkan 11 kamar ruang isolasi ketat untuk mengantisipasi pasien 'suspect' virus corona. Sementara itu, Kementerian Kesehatan menunjuk sedikitnya 100 rumah sakit se-Indonesia untuk siaga terhadap penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China itu. ANTARA

    TEMPO.CO, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan menyatakan,seorang mahasiswi bernama Pramesti Ardita Cahyani,23, tahun yang kini belajar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina turut dikarantina di kota itu. Mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang tengah menempuh studi Bahasa Mandarin itu dikarantina untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

    Pemerintah Lamongan kini terus menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Cina. ”Kami sudah koordinasi dengan pihak Unesa dan orang tua dari mahasiswi bersangkutan, serta berupaya kontak dengan staf Kedutaan Besar di Cina,” ujar Sekretaris Daerah Lamongan, Yurohnur Effendi, kepada Tempo, Selasa 28 Januari 2020.

    Yurohnur Effendi menambahkan, Pemerintah Lamongan intensif memantau perkembangan mahasiswi tersebut. Adapun untuk terbang pulang dari Wuhan ke Indonesia belum memungkinkan.|

    Orang tua dari Pramesti Ardita Cahyani, membenarkan jika anaknya tengah belajar di Central China Normal University (CCNU) Kota Wuhan. ”Ya, anak saya sekolah di Kota Wuhan,” ujar Elly, ibu dari mahasiswi asal Desa Brondong, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan ini kepada Tempo, Selasa.

    Menurut Elly, anaknya sekarang ini berstatus sebagai mahasiswi jurusan Bahasa Mandarin di Unesa Surabaya, dan kemudian mendapatkan beasisiswa Bahasa Mandarin di CCNU Wuhan. Sekarang ini, Memes, panggilan, mahasiswi ini, baru menempuh studi sekitar enam bulan.

    Elly mengakui dirinya cemas dengan kondisi kesehatan anaknya di Wihan. Apalagi, kota tersebut kini masyarakatnya tengah dikarantina masal, setelah terjadi penyebaran virus corona. “Namanya ibu, pasti khawatir dengan kesehatan anaknya,” imbuhnya.

    Sebelumnya,  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soegiri Lamongan, Jawa Timur dan RSUD dr R Soetijono, Blora, Jawa Tengah, siap menerima pasien terduga (suspectvirus corona. 

    Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, dr Taufik Hidayat, pihaknya siap menerima pasien suspect virus corona. Nantinya akan disiapkan tempat khusus, yaitu di RSUD dr Soegiri Lamongan.”Tentu kita siap,” ujar dia sebagaimana dikutip Pjs Kabag Humas Pemkab Lamongan, Arief Bachtiar pada Tempo, Senin 27 Januari 2020. 

    SUDJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.