Sektor Industri Tanah Air Belum Terdampak Virus Corona

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menutup gerbang Terminal Bus Sihui akibat penyebaran virus Corona, di Beijing, Cina, 26 Januari 2020. Selain tempat rekreasi, beberapa fasilitas seperti terminal hingga stasiun juga ditutup demi mencegah semakin menyebarnya virus Corona. REUTERS/Thomas Peter

    Petugas menutup gerbang Terminal Bus Sihui akibat penyebaran virus Corona, di Beijing, Cina, 26 Januari 2020. Selain tempat rekreasi, beberapa fasilitas seperti terminal hingga stasiun juga ditutup demi mencegah semakin menyebarnya virus Corona. REUTERS/Thomas Peter

    TEMPO.CO, Jakarta -  Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim mengatakan ekspor-impor  makanan dan minuman hingga saat ini belum terganggu oleh penyebaran virus corona di Cina. Menurut dia, bahan pangan yang seharusnya dihindari saat ini adalah impor makanan segar, baik produk hewani atau pun nabati yang belum melaui proses industri.

    Meskipun tak sedikit bahan baku industri pangan dalam negeri membutuhkan impor dari Cina, Rochim mengatakan, belum ada indikasi gangguan produktivitas industri. Pasalnya, kata Rochim, pada umumnya bahan baku makanan dari Cina bersifat setengah jadi dan tidak secara khusus hanya dari provinsi tertentu. "Kalau ada dari provinsi yang aksesnya ditutup, saya yakin masih bisa disuplai dari provinsi lain," tutur Rochim di Jakarta, Senin 27 Januari 2020.

    Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman mengakui masih belum bisa memprediksi dampak penyebaran virus corona terhadap industri makanan dan minuman. Saat ini, kata Adhi, pelaku usaha masih melihat perkembangan dampak virus tersebut terhadap perekonomian.

    Sejauh ini, Adhi mengatakan industri dalam negeri masih mengimpor bahan baku yang sudah olahan seperti asam sitrat dan jus buah. "Kami masih melihat perkembangan. Seharusnya  malahan produk pangan olahan dibutuhkan kalau ada kondisi seperti di Wuhan, Cina," tutur Adhi di Jakarta, Senin 27 Januari 2020.

    Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengatakan Cina belum menutup fasilitas logistik seperti pelabuhan dan bandara, sehingga belum berdampak pada industri. Menurut dia, apabila sudah ada penutupan akses, maka akan berdampak pada ekonomi Indonesia yang akhirnya juga ikut berdampak pada logistik.

    "Seharusnya dengan merebaknya virus corona maka peran logistik menjadi sangat penting karena pergerakan barang akan lebih dominan untuk mendukung pergerakan manusia yang melambat karena kebutuhan sehari-hari untuk hidup masih dibutuhkan," ujar Zaldy.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Vaksin Covid-19 Dalam Percobaan

    Berbagai perusahaan sedang berbondong-bondong memproduksi vaksin Covid-19 yang ditargetkan untuk disebarluaskan tahun depan