Direksi Bantah Program Asing Kuasai TVRI: Banyak Tayangan Lokal

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helmy Yahya (dua dari kanan) didampingi kuasa hukumnya Chandra Hamzah (dua dari kiri) bersama Dewan Direksi LPP TVRI memberikan keterangan kepada media terkait pemecatannya sebagai Direktur Utama TVRI, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020. Sementara itu, sebanyak 4.000 karyawan TVRI melayangkan mosi tidak percaya kepada Dewas TVRI sebagai dukungan kepada Helmy Yahya. Tempo/Nurdiansah

    Helmy Yahya (dua dari kanan) didampingi kuasa hukumnya Chandra Hamzah (dua dari kiri) bersama Dewan Direksi LPP TVRI memberikan keterangan kepada media terkait pemecatannya sebagai Direktur Utama TVRI, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020. Sementara itu, sebanyak 4.000 karyawan TVRI melayangkan mosi tidak percaya kepada Dewas TVRI sebagai dukungan kepada Helmy Yahya. Tempo/Nurdiansah

    Tempo.Co, Jakarta - Direktur Program dan Berita TVRI Apni Jaya Putra menyanggah pernyataan Dewan Pengawas soal jumlah program asing di saluran televisi pelat merah itu.

    "Jumlah program asing yang tayang di TVRI bukanlah sefantastis seperti yang dilaporkan," ujar dia dalam rapat bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Senin, 27 Januari 2020. Ia mengatakan jumlah program asing yang tayang di TVRI pada 2019 hanya berdurasi total 478 jam atau hanya 0,6 persen dari jumlah tayang TVRI setahun yang mencapai 7.847 jam.

    Bahkan, ia menuturkan masih ada 29 stasiun di daerah yang menayangkan program lokal empat jam dalam setahun. Apabila dihitung per tahun tayangan tersebut bisa berdurasi lebih dari 43 ribu jam. Berdasarkan paparan yang disajikan Apni, perbandingan antara program asing dan siaran lokal berdasarkan jam tayangnya adalah 7,3 persen berbanding 92,7 persen.

    Salah satu program asing yang ditayangkan TVRI, Discovery Channel, menurut Apni, lahir dari kerjasama strategis. Klausulnya, perseroan membeli program 200 jam dengan harga US$ 800 per jam untuk tahun 2019 dan di 2020 hanya 100 jam. "Di dalam nota kesepahaman, Discovery bersedia mendistribusikan program terbaik TVRI, termasuk kerjasama produksi."

    Apni menegaskan bahwa model kerjasama dengan pihak asing yang diterapkan TVRI adalah dengan akuisisi program, pertukaran program, hingga capacity building. Berdasarkan catatannya, hingga 2019 ada 10 negara donor dengan hibah program sebanyak 140 jam siaran. Secara resiprokal, tuturnya, perseroan mengirim 20 program dokumenter dan 1.440 lebih klip berita dalam kerjasama pertukaran berita Asia Vision Network.

    "Untuk capacity building, TVRI mengirim 24 orang ke berbagai pelatihan di luar negeri dan 100 orang dilatih di dalam negeri dengan bantuan kerangka dari AVN dan Asia Pacific Institute for Broadcasting Development," tutur Apni.

    Kehadiran program asing itu pun, menurut Apni, berkontribusi pada berkurangnya nilai jam rerun TVRI. Jika pada 2017 rerun tercatat 55 persen, pada 2018 jumlahnya berkurang jadi 47 persen dan pada 2019 menjadi 45 persen. Ia menilai angka rerun itu masih tergolong tinggi jika dibandingkan rata-rata industri yang saat ini hanya 10-20 persen.

    Sebelumnya, Ketua Dewan Pengawas TVRI Arief Hidayat Thamrin menyebut direksi pada era kepemimpinan Helmy Yahya seperti mengejar rating. Ia menyayangkan TVRI justru banyak menayangkan siaran asing. "Siaran film asing cukup banyak, ada yang bayar da ada yang gratis.  Kemudian, seolah-olah direksi mengejar rating dan share seperti tv swasta," kata Arief.

    Imbasnya, menurut dia, TVRI pun menggelontorkan duitnya ke luar negeri untuk membayar program-program itu. Selain Discovery Channel, TVRI juga menyiarkan BWF dan Liga Inggris. "Artinya APBN dibelanjakan ke luar, padahal Presiden minta dibatasi."

    Dewan Pengawas TVRI sebelumnya telah memecat Helmy Yahya melalui surat bernomor 8/DEWS/TVRI/2020. Sebelum dipecat, Helmy sempat dinonaktifkan dari jabatannya pada 4 Desember 2019. Helmy lalu mengirim surat pembelaan yang dikirimkan kepada Dewan Pengawas pada 18 Desember 2019.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.