Penumpang Pesawat Tewas Akibat Virus Corona, Fakta atau Hoax?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Karantina Kesehatan memeriksa suhu tubuh wisatawan asal Cina (kiri) yang baru mendarat di bandara DEO Kota Sorong, Papua Barat, Ahad, 26 Januari 2020. Pasien suspect virus corona tersebut akan diisolasi selama kurang lebih tujuh sampai 14 hari. ANTARA/Olha Mulalinda

    Petugas Karantina Kesehatan memeriksa suhu tubuh wisatawan asal Cina (kiri) yang baru mendarat di bandara DEO Kota Sorong, Papua Barat, Ahad, 26 Januari 2020. Pasien suspect virus corona tersebut akan diisolasi selama kurang lebih tujuh sampai 14 hari. ANTARA/Olha Mulalinda

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) mengklarifikasi beredarnya foto penumpang yang disebut meninggal akibat Virus Corona. Foto itu viral beredar di media sosial.

    Menurut Febri Toga Simatupang, Senior Manager of Branch Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II, penyebab meninggalnya penumpang tersebut bukan karena terjangkit Virus Corona. "Perlu kami sampaikan bahwa foto yang beredar di masyarakat dimana ada penumpang di Bandara Soekarno-Hatta yang meninggal karena Virus Corona adalah tidak benar," kata Febri pada Senin, 27 Januari 2020.

    Febri menjelaskan, penumpang berjenis kelamin perempuan tersebut meninggal dunia karena gagal jantung (Cardiac Arrest). Penumpang berinisial RR (76) adalah ex penumpang GA-79 rute Bandar Lampung-Jakarta.

    Penumpang asal Lampung itu akan melanjutkan perjalanan ke Jeddah menggunakan pesawat SV-823 rute CGK-JED. Namun saat dia dan keluarganya hendak menuju Boarding Lounge Gate 2 tepatnya depan eskalator, penumpang tersebut mengalami lemas dan terjatuh hingga tak sadarkan diri.

    Meskipun langsung dibawa ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno Hatta, nyawa penumpang lanjut usia tersebut tak dapat tertolong. Oleh pihak keluarga, jenazah penumpang itu dibawa ke rumah duka di Kelurahan Podosari Kecamatan Pringsewu, Pringsewu, Provinsi Lampung.

    "Kami tegaskan, bahwa penumpang perempuan tersebut meninggal dunia karena gagal jantung. Bukan karena penyakit menular apalagi karena virus corona," ujar Febri.

    DEA REZKI GERASTRI | DEWI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.