Ada Virus Corona, KCIC Screening Pegawai Kereta Cepat

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung saat ditinjau oleh Presiden Joko Widodo di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. Presiden menyatakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan LRT akan selesai pada tahun 2021. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Suasana proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung saat ditinjau oleh Presiden Joko Widodo di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. Presiden menyatakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan LRT akan selesai pada tahun 2021. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Manager Public Relation & Corporate Social Responsibitliy PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), Deni Yusdiaana mengatakan, PT KCIC memberlakukan prosedur screening pemeriksaan kesehatan sejak terjadinya wabah virus corona. “Sejak awal terjadinya wabah corona, KCIC selaku pemilik proyek KCJB (Kereta Cepat Jakarta-Bandung) telah memberlakukan prosedur screening berupa pemeriksaan kesehatan bagi seluruh karyawan dan seluruh kontraktor KCJB yang baru tiba dari perjalanan, bahkan transit, dari luar negeri,” kata dia lewat pesan tertulisnya pada Tempo, Senin, 27 Januari 2020.

    Deni mengatakan, pemeriksaan kesehatan itu juga ditujukan pada keluarga serta tamu yang mengunjungi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. “Sebagai tindakan pencegahan masuknya virus berbahaya tersebut ke lingkungan kerja KCJB,” kata dia.

    Deni mengatakan, pemeriksaan kesehatan itu diklaimnya sudah menjadi prosedur keselamatan lingkungan kerja pada pengerjaan proyek tersebut. “Proyek KCJB telah menerapkan prosedur pemeriksaan kesehatan bagi segenap tenaga kerja yang bergabung bahkan sebelum Virus Corona menyebar, guna memastikan kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja di sekitar lingkungan proyek,”kata dia.

    Pemeriksaan kesehatan itu melibatkan sejumlah rumah sakit di Jakarta dan Bandung. “Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan bekerja-sama dengan beberapa rumah sakit yang ada di Jakarta dan Bandung dengan pola standar yang diberlakukan untuk menangani penyakit menular,” kata Deni.

    Deni mengatakan, PT KCIC juga melakukan antisipasi dengan mewajibkan penggunaan masker di lingkungan kerja proyek kereta cepat. “Tindakan antisipasi lainnya juga diberlakukan seperti mewajibkan setiap karyawan untuk menggunakan masker di lingkungan kerja KJCB serta tindakan-tindakan pencegahan lainnya sesuai dengan yang dihimbau Kementerian Kesehatan,” kata dia.

    Deni mengatakan, hingga saat in monitoring terus dilakukan pada setiap tenaga kerja asing (TKA) yang terlibat dalam proyek kereta cepat. “Saat ini manajemen KCIC bekerja-sama dengan seluruh kontraktor yang terlibat dalam proyek KCJB untuk terus melakukan monitoring terhadap TKA yang keluar masuk proyek termasuk dengan update kondisi kesehatannya,” kata dia.

    Deni membenarkan HGI, 35 tahun yang kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS) merupakan salah satu pekerja yang terlibat dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. “Pasien tersebut adalah salah satu pekerja dari kontraktor proyek KJCB,” kata dia.

    HGI diminta perusahaan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat. “Ini adalah prosedur preventif. Jadi semua pekerja yang menunjukkan gejala demam dan flu serta memiliki riwayat perjalanan keluar negeri maka management kereta cepat langsung meminta segera dirujuk ke rumah sakit agar segera ditangani,” kata Deni.

    HGI, 35 tahun, WNA asal China tengah menjalani perawatan di ruang rawat infeksi khusus Rumah Sakit Umum Pusat dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, sejak 26 Januari 2020 dan dinyatakan sebagai terduga atau suspect yang terjangkit Virus Corona. Dia dirujuk dari RS Cahya Kawaluyaan dengan diagnosa mengalami infeksi saluran pernafasan atas akut, dan memiliki riwayat perjalanan ke China. HGI tiba di Indonesia pada 12 Januari 2020 lalu dari Sichuan, China.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.